Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | PEKANBARU – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli Riau menggelar prosesi Wisuda Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) Angkatan ke-2 pada Rabu (5/8/2026).
Sebanyak delapan santri resmi diwisuda dalam acara yang berlangsung khidmat di Jalan Karyawan Nomor 6, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau.
Prosesi wisuda tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan (KP) DT Peduli Riau, Windari Ade Fransiska, Perwakilan Plt Gubernur Riau (Kabag Kelembagaan), Muslim, Perwakilan Kemenag Riau, Syahruddin, serta Muwakif RTQ, Bambang Lukman Hakim. Turut hadir donatur setia RTQ seperti Blakckpaint Printing, para mitra/donatur lainnya : Majelis Ta'lim Telkom Group (MTTG), Telkom, Andalus Islamic School, serta para wali santri.
Kepala KP DT Peduli Riau, Windari Ade Fransiska, menegaskan bahwa keberadaan RTQ merupakan wujud nyata amanah dari para donatur dan muwakif sebagai investasi amal jariyah yang berkelanjutan.
"Alhamdulillah, wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keberlanjutan amanah harta para donatur dan muwakif. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ustaz Bambang Lukman Hakim dan Tengku Ferianty selaku muwakif, Pemprov Riau, Kemenag, serta seluruh donatur—khususnya Blackpaint yang konsisten menjadi donatur rutin setiap bulannya sejak tahun 2021- sekarang. Semoga setiap huruf Al-Qur'an yang dihafalkan santri mengalirkan pahala jariyah bagi para donatur," ujar Windari.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Muslim, selaku Kabag Kelembagaan yang mewakili Plt Gubernur Riau, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi DT Peduli Riau dalam pembinaan mental dan spiritual generasi muda.
"Kehadiran Rumah Tahfidz Qur’an ini adalah investasi besar untuk mencetak calon pemimpin Riau masa depan. Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlakul karimah dan berpegang teguh pada Al-Qur'an," ungkap Muslim.
Sementara itu, perwakilan Kemenag, Syahruddin, berpesan agar para santri dapat terus menjaga hafalannya sebagai bekal hidup.
"Menghafal Al-Qur'an adalah awal dari perjalanan panjang untuk mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika para santri membacakan ikrar, melantunkan Surah Maryam secara bersama-sama, dan secara simbolis memasangkan mahkota di kepala orang tua mereka masing-masing.
Perwakilan santri, Robiah, serta perwakilan wali santri, Warnoto, turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para ustadz/ustazah, muwakif, dan donatur yang telah memfasilitasi sarana belajar yang nyaman bagi para santri.
Rangkaian acara wisuda ini diakhiri dengan penampilan syarhil, nasyid dari seluruh santri, serta sesi foto bersama.
Lusi