Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | LUBUKLINGGAU - Setiap perjalanan besar selalu diawali dengan satu langkah sederhana. Begitu pula perjalanan para santri baru Muslihan Islamic School yang memulai lembaran baru dalam menuntut ilmu melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama lima hari, mulai Senin (6/7/2026) hingga Jumat (10/7/2026), para santri mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang diselenggarakan di Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Lubuklinggau, Jalan Perumnas Rahmah, Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Kota Lubuklinggau.
MPLS bukan sekadar agenda penyambutan santri baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi fase penting dalam mengenalkan budaya belajar, nilai-nilai kehidupan pesantren, serta membangun karakter islami yang akan menjadi bekal mereka selama menempuh pendidikan di Muslihan Islamic School DT Peduli.
Sejak hari pertama, para santri diperkenalkan dengan lingkungan belajar, tata tertib pesantren, visi dan misi lembaga, hingga berbagai aktivitas yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka. Beragam materi pembinaan disampaikan secara bertahap untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat ukhuwah di antara sesama santri.
Kegiatan MPLS turut melibatkan seluruh santri lama sebagai bagian dari proses pendampingan sehingga tercipta suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para asatiz Muslihan Islamic School DT Peduli juga berperan aktif memberikan pembinaan, motivasi, serta penguatan nilai-nilai keislaman kepada seluruh peserta.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, DT Peduli Lubuklinggau turut mengambil peran dengan menyampaikan materi mengenai nilai-nilai ke Daarut Tauhiid (DT-an). Materi tersebut menjadi bekal bagi para santri untuk memahami pentingnya membangun karakter melalui keikhlasan, tanggungjawab, kedisiplinan, serta semangat memberikan manfaat bagi sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Andian Pradita selaku kepala KL DT Peduli Lubuklinggau menyampaikan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik.
"Kami meyakini bahwa adab adalah pintu masuk bagi ilmu yang bermanfaat, karena itu sejak hari pertama para santri hadir, kami ingin mereka memahami bahwa menjadi seorang penuntut ilmu berarti juga belajar menghormati guru, mencintai Al-Qur'an, menjaga kedisiplinan, serta membiasakan diri dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. MPLS menjadi pondasi awal untuk membangun karakter tersebut," tuturnya.
Suasana MPLS tidak hanya berlangsung di Muslihan Islamic School DT Peduli. Pada waktu yang sama, Rumah Tahfidz Alqur’an M Alip DT Peduli juga menyelenggarakan kegiatan serupa yang diikuti oleh para santriwati baru. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan pembelajaran sekaligus menyambut ustadzah baru yang akan bergabung sebagai tenaga pendidik di Rumah Tahfidz Alqur’an M Alip DT Peduli.
Momen istimewa lainnya adalah terselenggaranya kegiatan silaturahim yang mempertemukan seluruh santriwati, para ustazah pengajar, serta Ibu Sudarsih selaku muwaqif dan orangtua asuh santriwati Rumah Tahfidz Alqur’an M Alip DT Peduli. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, memperkuat komunikasi, serta menyatukan komitmen dalam mendampingi proses pendidikan para santri.
Melalui silaturahim ini, para santriwati juga mendapatkan motivasi bahwa proses menghafal dan mempelajari Al-Qur'an tidak hanya membutuhkan kesungguhan pribadi, tetapi juga dukungan dari lingkungan, para pendidik, serta para dermawan yang senantiasa membersamai perjalanan pendidikan mereka.
Baca Juga : Menyusuri TPA Lubuk Binjai, DT Peduli Lubuklinggau Siapkan Kebahagiaan Muharram untuk Anak-Anak Dhuafa
Penulis : Martiyas Saputra
Penyunting : Cristi A. Sarif