Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA - Keberkahan dalam berwirausaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan materi, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai syariat dan adab diterapkan dalam setiap transaksi. Berkomitmen menghadirkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berdaya sekaligus berkarakter, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jakarta menggelar kegiatan Pembinaan Program 'Gerobak Unggul' bagi para pelaku usaha mikro di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Kegiatan pembinaan pada Selasa (12/8/2026) mengusung tema penguatan adab jual beli sesuai Ajaran Islam. Melalui program ini, DT Peduli Jakarta tidak hanya memberikan bantuan modal kerja berupa gerobak dan fasilitas usaha, tetapi juga pendampingan spiritual serta pembekalan kognitif secara berkala agar para penerima manfaat dapat menjalankan usahanya dengan jujur, amanah, dan penuh keberkahan.
Dalam sesi tausiyah dan materi pembinaan, Ustadz Ikhsan Ahmad Fauzan menekankan pentingnya meluruskan niat serta menjaga integritas dalam berdagang. "Jual beli dalam Islam bukan sekadar menukar barang dengan uang, melainkan sarana ibadah. Ketika seorang pedagang menjaga kejujuran, tidak menakar dengan curang, dan bersikap ramah kepada pembeli, maka Allah akan mengalirkan keberkahan yang tidak terduga pada rezekinya," tuturnya di hadapan para peserta.
Mewakili tim penyelenggara, Wardah Hafiza selaku Tim Program DT Peduli Jakarta menjelaskan bahwa pendampingan berkelanjutan merupakan pilar utama dari keberhasilan program UMKM ini.
"Kami di DT Peduli ingin memastikan bahwa para ibu penerima manfaat Program Gerobak Unggul tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Pembinaan adab jual beli ini adalah bagian dari ikhtiar kami membina UMKM yang tangguh, berakhlak, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," jelasnya.
Antusiasme dan rasa syukur pun terpancar dari para peserta yang hadir. Masing-masing perwakilan penerima manfaat membagikan kesan mendalam serta harapan mereka atas pembinaan yang rutin diberikan oleh DT Peduli Jakrta.
Anief mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan bekal ilmu agama yang sangat aplikatif untuk usahanya sehari-hari. "Bagi kami, bantuan gerobak dari DT Peduli ini sangat membantu dapur tetap ngebul. Tapi yang membuat saya paling bersyukur adalah adanya pengajian rutin seperti ini. Kami jadi makin paham bagaimana cara berdagang yang jujur dan benar sesuai petunjuk agama," ungkap Anief, salah seorang penerima manfaat.
Hal senada juga disampaikan oleh Dian yang merasa lebih tenang dan percaya diri dalam menjalankan usaha kuliner mikronya. "Lewat pembinaan adab jual beli ini, saya diajarkan bahwa niat jualan itu nomor satu. Sekarang saya selalu niatkan dagang untuk ibadah dan melayani pembeli dengan ramah, bukan cuma ngejar untung materi semata," tuturnya.
Sementara itu, Nurhayati menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kejujuran dalam menakar dagangan. "Materi dari Ustaz Ikhsan tadi benar-benar membuka mata. Saya makin paham kalau kejujuran dalam menimbang dan menyajikan makanan yang halal bersih itu akan membawa keberkahan buat rezeki keluarga di rumah," ungkapnya dengan antusias.
Suaini pun turut mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam kepada DT Peduli Jakarta dan para donatur atas pendampingan yang konsisten.
"Jazakillah khair untuk DT Peduli. Selain dapat modal dan fasilitas gerobak yang layak, kami juga dibimbing akhlaknya. Semoga usaha kami semakin berkah dan DT Peduli terus sukses membantu pelaku UMKM kecil seperti kami," pungkasnya.
Melalui program Pembinaan Gerobak Unggul ini, DT Peduli Jakarta terus membuktikan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman, menghadirkan pedagang-pedagang UMKM yang tidak hanya unggul di pasar, tetapi juga mulia secara akhlak.
Baca Juga : Bank Permata Syariah Serahkan Donasi untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Melalui DT Peduli Jakarta
Penulis : Revaldy
Penyunting : Cristi A. Sarif