Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional DT Peduli menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan BAZNAS Fundraising Forum (BFF) 2026 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (15/7/2026). Forum nasional yang bertujuan menyatukan visi gerakan zakat ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari perwakilan BAZNAS dan berbagai LAZ seluruh Indonesia secara luring, serta disaksikan secara daring melalui siaran langsung YouTube BAZNAS TV.
Direktur Utama LAZ DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya agenda kolaboratif ini. Beliau menekankan bahwa forum ini menjadi jembatan krusial untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang masih sangat besar namun belum terkelola sepenuhnya.
"Acara ini dilatarbelakangi agar bisa memberikan penguatan kepada lembaga-lembaga zakat maupun BAZNAS dari sisi fundraising. Kami berharap forum ini hadir untuk menghimpun inovasi, gagasan-gagasan baru, bahkan menggalang kolaborasi erat antarlembaga zakat sehingga mampu menguatkan ekosistem gerakan zakat di Indonesia dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa," ujar Jajang Nurjaman saat memberikan sambutan hangatnya.
Perkuat Edukasi
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, dalam pemaparannya menegaskan bahwa para amil zakat di Indonesia harus mulai meninggalkan pendekatan penghimpunan (fundraising) tradisional yang sekadar mengandalkan belas kasihan. Menurutnya, praktik mengeksploitasi kesusahan orang lain tidak sejalan dengan misi dakwah zakat yang mulia.
“Kita harus menggunakan ilmu, jangan sekadar mengira-ngira atau mengandalkan belas kasihan dengan cara menjual 'air mata' atau kesusahan orang lain. Zakat itu harus dibuat jelas, menarik, dan mudah. Alur ini tidak boleh dibalik,” tegas Rizaludin.
Ia menjelaskan pentingnya mengombinasikan dua pendekatan utama, yakni regulasi (by law) dari pemerintah dan pemasaran (by marketing) kreatif agar muzaki merasakan pelayanan prima serta perubahan spiritual yang transformatif di dalam dirinya.
Kolaborasi Strategis dan Inovasi Digital
Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, memaparkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Langkah tersebut meliputi peningkatan literasi zakat masyarakat, optimalisasi pemetaan potensi zakat, sosialisasi dampak program secara masif, serta percepatan digitalisasi sistem penghimpunan di seluruh wilayah nusantara.
Senada dengan hal tersebut, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku Pembina Yayasan Daarut Tauhid menekankan pentingnya pelayanan yang prima dalam membangun loyalitas muzaki. Menurutnya, keberhasilan lembaga pengelola zakat dalam membangun kepercayaan publik bergantung pada empat aspek utama: layanan yang jelas, menarik, mudah diakses, dan mampu memberikan kepuasan kepada muzaki.
"Sesuatu yang jelas, menarik, mudah prosedurnya, dan memuaskan akan mendatangkan komitmen, menjadi kebiasaan yang baik, serta bisa menular kepada yang lain," pungkas Aa Gym.
Melalui forum ini, DT Peduli bersama BAZNAS RI dan seluruh pengelola zakat se-Indonesia berkomitmen untuk terus berbenah dan melangkah bersama. Dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional, diharapkan zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah ritual, tetapi juga penggerak utama dalam meningkatkan kualitas hidup umat dan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia secara luas.
Baca juga: Amanah di Balik Penghargaan, DT Peduli Raih BAZNAS Awards 2025
Penyunting: Agus ID