Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GARUT — Semarak lantunan ayat suci al-Qur’an memenuhi Pendopo Kabupaten Garut dalam agenda Khotmil Quran dan Penghargaan Santri Tahfidzh DPD FKPQ Kabupaten Garut, pada Kamis (27/8/2026).
Mengusung Tema “Membumikan Al-Quran, Mewujudkan Generasi Qur’ani, untuk Garut Berkah dan Berprestasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para santri yang telah berjuang menghafal al-Qur’an sekaligus menguatkan semangat lahirnya generasi Qur’ani di Kabupaten Garut.
Sebanyak 216 anak penghafal Al-Qur’an dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an, rumah tahfidz, Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKQ), serta lembaga lainnya hadir dalam kegiatan tersebut. Wajah-wajah penuh semangat para santri menjadi gambaran bahwa tradisi menghafal dan mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat Garut.

Dalam kesempatan tersebut, DT Peduli turut hadir memberikan dukungan dengan menyediakan ratusan paket makanan siap santap bagi para santri dan peserta kegiatan. Dukungan konsumsi tersebut disiapkan bersama Catering Bu Nardi sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan keumatan dan pendidikan al-Qur’an.
Bagi DT Peduli Garut, mendukung para penghafal al-Qur’an bukan sekadar memberikan konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk ikut menjaga semangat anak-anak dalam mencintai, mempelajari, dan mengamalkan al-Qur’an.
Ketua panitia kegiatan, Abdul Syakur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan ratusan santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai lembaga.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama anak-anak penghafal Al-Qur’an dari berbagai lembaga. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus membumikan al-Qur’an di Kabupaten Garut. Semoga apresiasi yang diberikan hari ini menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus menjaga hafalannya dan mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan para santri tahfidzh merupakan aset penting bagi masa depan daerah. Mereka tidak hanya diharapkan menjadi generasi yang memiliki kemampuan menghafal al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan akhlak dan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Garut drg. Luthfiana Putri Karlina, M.BA., memberikan pesan yang begitu mendalam kepada para santri, orangtua, dan seluruh hadirin. 
“Masya Allah. Saya sampaikan bahwa setiap aturan pemerintah, undang-undang, keputusan bupati, gubernur, ataupun aturan lainnya bisa saja berubah. Tetapi istimewanya al-Qur’an, tidak ada satu pun yang dapat mengubahnya, sejak pertama kali diwahyukan hingga saat ini," ungkapnya.
Di hadapan ratusan santri penghafal al-Qur’an, drg. Putri Karlina juga mengungkapkan rasa haru sekaligus kekagumannya kepada para hafidz dan hafidzah yang telah memilih jalan untuk menjaga kalam Allah.
“Saya sampaikan dengan jujur, saya sangat iri kepada anak-anak para penghafal al-Qur’an yang hadir di tempat ini. Karena ketika saya masih sibuk memikirkan dunia dan merasa belum memiliki amalan terbaik untuk menggapai surga, para penghafal al-Qur’an ini sudah mempersiapkan persembahan terbaik untuk orangtua mereka di surga nanti,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menghafal al-Qur’an bukan hanya tentang kemampuan mengingat ayat demi ayat, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan kemuliaan yang diharapkan menjadi hadiah bagi para orang tua kelak.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, Putri juga memberikan hadiah berupa tabungan masing-masing senilai Rp5 juta kepada lima anak yang telah hafal 30 Juz Al-Quran
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa membangun generasi Qur’ani membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, lembaga pendidikan Al-Qur’an, para guru, orangtua, komunitas, lembaga sosial, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga semangat generasi muda untuk terus dekat dengan al-Qur’an.
Penulis : Hayyil Wildan
Penyunting : Cristi A. Sarif