Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GARUT - Suasana penuh kehangatan dan semangat menuntut ilmu terasa dalam agenda Kajian Muslimah yang diselenggarakan Daarut Tauhiid (DT) Peduli Garut bersama Teh Ninih Muthmainnah di Masjid Darul Muttaqin, Jalan Terusan Pembangunan, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Ahad (16/8/2026).
Mengangkat Tema “Menjadi Teduh di Tengah Dunia yang Riuh”, kajian ini diikuti antusias oleh jamaah muslimah dari berbagai kalangan. Meski digelar bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan dan persiapannya dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, antusiasme jamaah justru begitu luar biasa.

Dalam kajiannya, Teh Ninih Muthmainnah mengajak para muslimah untuk tidak hanya menjadi pribadi yang baik bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan dan keteduhan bagi keluarga serta lingkungan di tengah berbagai dinamika kehidupan.
“Alhamdulillah, gak nyangka yang hadir akan sebanyak ini. Sebetulnya agenda kajian ini informasinya dadakan karena awalnya teteh ada undangan pernikahan di Cipanas Garut. Lalu rasanya sangat disayangkan kalau jauh-jauh dari Cihanjuang ke Garut hanya menghadiri undangan saja,” ucapnya.
Ia kemudian menceritakan bagaimana agenda kajian tersebut akhirnya dapat terlaksana melalui sinergi berbagai pihak.
“Akhirnya saya menghubungi Bu Haji Endah, donatur DT Peduli dari Namina Group, disambungkanlah ke DT Peduli Garut. H-7 dipersiapkan. Harapan teteh mah, enggak apa-apa yang hadir 10–20 orang juga karena dadakan seperti ini dan waktunya sedang perayaan kemerdekaan,” lanjutnya.
Namun, di luar perkiraan, jamaah yang hadir menunjukkan semangat yang begitu besar. “Tapi Masya Allah, ternyata antusias wanita-wanita sholehah ini luar biasa. Semangat kemerdekaannya bukan hanya dalam perayaan, tapi juga semangat untuk selalu menjadi wanita yang teduh, meneduhkan di tengah berbagai ujian dan cobaan kondisi dunia saat ini. Sungguh luar biasa,” jelasnya.
Antusiasme terhadap kajian ini juga dirasakan oleh salah seorang jamaah sekaligus KOL asal Garut, Asfahany, yang membagikan pengalamannya melalui unggahan Instagram. Dalam unggahannya, Asfahany mengungkapkan kerinduannya untuk kembali mengikuti kajian setelah cukup lama tidak hadir dalam agenda kajian.
“Udah lama ga kajian, terus lihat flyer @dtpeduli_garut menghadirkan Teh Ninih masyaallah, kangen banget jaman masih di bdg ke darut tauhiid”.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DT Peduli Garut yang telah menghadirkan Teh Ninih sekaligus menghadirkan berbagai program yang dinilainya memberikan manfaat luas bagi umat. “Makasih banyaaaak @dtpeduli_garut sudah menghadirkan beliau, menghadirkan program-program yang luar biasa sekali manfaatnya untuk umat”.
Unggahan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kajian tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali terhubung dengan majelis ilmu dan lingkungan yang memberikan energi kebaikan.
Terlaksananya kajian ini tidak lepas dari dukungan para donatur, sponsor, media partner, serta berbagai pihak yang turut mengambil peran dalam menghadirkan ruang pembinaan bagi masyarakat.
Bagi DT Peduli Garut, kajian muslimah menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat sosial dan kemanusiaan, tetapi juga memberikan penguatan spiritual dan edukasi bagi masyarakat.
Melalui Tema “Menjadi Teduh di Tengah Dunia yang Riuh”, para jamaah diajak untuk memaknai kemerdekaan dengan cara yang lebih luas. Bukan sekadar merayakannya, tetapi juga membangun kemerdekaan diri melalui kedekatan kepada Allah, keteguhan iman, serta kemampuan untuk menjadi sumber ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya.
Kajian ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyaknya ruang-ruang kebaikan bagi muslimah di Garut. Sebab, ketika seorang perempuan mampu menjadi pribadi yang teduh, keteduhan itu dapat mengalir kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.
Baca Juga : DT Peduli Garut gelar Kajian MMQ di TK Baiturahman, Orangtua Murid Antusias Menyimak
Penulis : Hayyil Wildan
Penyunting : Cristi A. Sarif