Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

DT Peduli Garut dan DKM Masjid Agung Garut Gelar Kajian Bersama Ustaz Handy Bonny, Ribuan Jamaah Antusias Hadir
 

 

DT Peduli Garut dan DKM Masjid Agung Garut Gelar Kajian Bersama Ustaz Handy Bonny, Ribuan Jamaah Antusias Hadir

Dipublish pada:

19 Aug 2026


DTPEDULI.ORG | GARUT – Daarut Tauhiid (DT) Peduli Garut bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Garut kembali menghadirkan kajian Islami yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Ahad, 2 Agustus 2026, di Masjid Agung Garut tersebut menghadirkan Ustadz Handy Bonny sebagai pemateri.

Mengangkat tema “Scroll Terus, Tapi Hati Makin Kosong”, kajian ini mengajak jamaah untuk melakukan refleksi terhadap kebiasaan menggunakan media sosial dan berbagai distraksi digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya generasi muda.

Sejak sebelum acara dimulai, suasana Masjid Agung Garut telah dipenuhi jamaah. Lebih dari 1.500 jamaah hadir dari berbagai kalangan dan generasi. Menariknya, sebagian besar peserta yang hadir merupakan Generasi Z (Gen Z) yang tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai.

Gaya dakwah Ustadz Handy Bonny yang komunikatif, ringan, dan dekat dengan kehidupan anak muda membuat pesan yang disampaikan terasa relevan dengan keseharian jamaah. Kajian tidak hanya membahas penggunaan media sosial, tetapi juga mengajak peserta untuk kembali memperhatikan kondisi hati di tengah derasnya arus informasi dan hiburan digital.

Di era ketika seseorang dapat menghabiskan waktu berjam-jam dengan melakukan scrolling, jamaah diajak untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah semakin banyak informasi yang dikonsumsi membuat hati semakin dekat kepada Allah, atau justru membuat hati semakin kosong?

Antusiasme peserta terlihat dari padatnya area utama masjid hingga bagian belakang dan lantai atas. Jamaah dari berbagai usia duduk bersama untuk menyimak materi dan mengambil hikmah dari kajian.

Kehadiran lebih dari 1.500 jamaah, khususnya dari kalangan Gen Z, menjadi salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa anak muda memiliki ketertarikan besar terhadap kajian keislaman ketika pesan yang disampaikan dekat dengan realitas kehidupan mereka.

Sebelumnya, DT Peduli Garut juga pernah menghadirkan Ustaz Handy Bonny dalam kegiatan MMQ di Masjid Agung Garut. Saat itu, lebih dari 1.000 jamaah hadir dan mayoritas merupakan Gen Z.  

Hal ini menjadi semangat bagi DT Peduli Garut untuk terus menghadirkan ruang dakwah yang ramah bagi generasi muda sekaligus menjadi sarana memperkuat keimanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Salah satu jamaah, Teh Agnia, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari kajian yang disampaikan Ustaz Handy Bonny. Menurutnya, tema yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi yang tidak bisa lepas dari penggunaan media sosial.

“Menurut saya kajiannya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Kita sering merasa hanya sebentar membuka media sosial, tetapi ternyata waktu berlalu begitu saja. Kajian ini mengingatkan saya bahwa jangan sampai jari kita terus scrolling, tetapi hati justru semakin jauh dari Allah.”

Teh Agnia juga berharap kajian seperti ini dapat terus dihadirkan dengan tema-tema yang dekat dengan persoalan anak muda.

“Semoga setelah kajian ini kita bukan hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga benar-benar melakukan perubahan. Lebih bijak menggunakan media sosial dan lebih banyak mengisi hati dengan hal-hal yang mendekatkan kita kepada Allah,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar DT Peduli Garut dalam menghadirkan program dakwah yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Antusiasme jamaah yang begitu besar menjadi energi positif untuk terus menghadirkan kajian dan kegiatan keislaman yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan tantangan kehidupan masyarakat modern.

DT Peduli Garut menyampaikan terima kasih kepada DKM Masjid Agung Garut, pemateri, jamaah, sponsor, media partner, relawan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Semoga kajian “Scroll Terus, Tapi Hati Makin Kosong” tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi setiap jamaah untuk mengevaluasi kembali

Ditulis Oleh:

Administrator