Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BEKASI - Daarut Tauhiid (DT) Peduli Bekasi terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan keagamaan masyarakat melalui pembangunan Rumah Tahfidz Qur’an di Kampung Muara Gembong.
Kegiatan launching Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) pada Kamis (13/08/2026), menjadi momentum penting dalam menghadirkan ruang belajar al-Qur’an yang nyaman bagi anak-anak. Bangunan yang didominasi material bambu tersebut menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar membaca, menghafal, dan mencintai al-Qur’an.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan. Anak-anak, masyarakat, pengajar, serta relawan turut hadir mengikuti rangkaian acara launching. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mengikuti kegiatan dengan semangat dan penuh keceriaan.
Ketua Rumah Tahfidz Qur’an, Ustazah Suminah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya dukungan dari DT Peduli Bekasi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Rumah Tahfidz Qur’an ini. Tempat ini sangat berarti bagi anak-anak untuk belajar dan menghafal al-Qur’an dengan lebih nyaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada DT Peduli Bekasi dan para donatur yang telah memberikan perhatian dan dukungannya. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua yang terlibat,” ujar Ustazah Suminah.

Menurutnya, keberadaan Rumah Tahfidz Qur’an diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat anak-anak dalam mempelajari al-Qur’an sekaligus menjadi tempat pembinaan akhlak dan karakter generasi muda di lingkungan sekitar.
Melalui program ini, DT Peduli Bekasi berharap Rumah Tahfidz Qur’an dapat menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar agama dan membangun akhlak yang baik.
Kehadiran Rumah Tahfidz Qur’an ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan dari para donatur dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan fasilitas pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat Muara Gembong. 
Penulis : Arman Maulana
Penyunting : Cristi A. Sarif