Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | AMMAN – Udara pagi di Kamp Mahattah, Yordania, terasa dingin menusuk. Namun, antrean panjang di depan mobil putih bertuliskan Mobile Clinic justru menghangatkan suasana.
Ibu-ibu berkerudung membawa anak-anak mereka yang batuk pilek, sementara bapak-bapak paruh baya menunggu giliran dengan sabar. Pada Sabtu (1/11/2025) itu, mobil klinik kembali beroperasi, membawa harapan bagi ratusan pengungsi di Kamp Mahattah. 
Sehari kemudian, Ahad (2/11/2025), Mobile Clinic meluncur ke Kamp Nasr. Pemandangan serupa menyambut tim DT Peduli, yakni wajah-wajah lelah namun penuh syukur menanti giliran diperiksa dan menerima obat.
Satu Mobile Clinic, Empat Belas Kamp
Ihsan menegaskan, Mobile Clinic bukan sekadar program karitatif sesaat. Kehadiran mobil ini Tak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga menyalakan rasa kepedulian lintas bangsa.
“Kami bergerak setiap bulan minimal delapan kali, bahkan bisa sepuluh kali, karena kebutuhan di lapangan begitu besar. Ada empat belas kamp yang rutin kami kunjungi bersama para dokter profesional,” jelas Ihsan.
Salah seorang tenaga medis yang ikut turun langsung adalah dr. Basil, operator Mobile Clinic. Ia dengan sabar memeriksa satu per satu pasien.
“Hari ini kami berada di Kamp Mahattah dalam hari medis gratis. Penyakit yang paling sering kami temui adalah pilek, nyeri sendi, flu, dan demam,” ujar dr. Basil. 
Cucu Hidayat, Bendahara Yayasan DT Peduli, menuturkan bahwa Mobile Clinic menjadi sarana kolaborasi yang efektif di lapangan.
“Mobil Klinik ini sangat efektif. Banyak NGO nasional dan internasional yang ikut memanfaatkan fasilitas ini untuk membantu warga Palestina di Yordania,” ujarnya.
Ia berharap program ini terus berlanjut hingga akhir tahun dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Mohon doanya, mudah-mudahan kegiatan ini terlaksana dengan baik. Amanah dari para donatur, insya Allah, kami sampaikan kepada yang berhak menerimanya,” tambahnya. 
Baca juga: Detik-Detik Konvoi Lima Truk Bantuan Melaju Menuju Gaza
Editor: Agus ID