Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

“Bismillah” dari Jawa Barat untuk Sumatera
 

 

“Bismillah” dari Jawa Barat untuk Sumatera

Dipublish pada:

23 Dec 2025


DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Pagi Selasa (23/12/2025) itu, halaman Kantor Perwakilan (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Barat terasa berbeda. Hari itu kegiatannya bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ada aksi kepedulian. Dua truk besar berdiri tegak, berisi muatan bantuan, seolah memikul harapan ribuan orang yang tak pernah saling mengenal, tetapi terhubung oleh rasa kemanusiaan. 

Kanwil Kemenag Jawa Barat bersama Forum Zakat (FOZ) Jawa Barat melepas bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp6 miliar untuk korban bencana di Sumatera. Bantuan itu adalah hasil kolaborasi lintas lembaga, lintas organisasi, bahkan lintas batas wilayah. Dari Jawa Barat, doa dan kepedulian dikirimkan menuju Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, tiga wilayah terdampak banjir bandang. 

Di dalam truk-truk tersebut ada sembako untuk dapur yang lumpuh, perlengkapan bayi untuk kehidupan yang baru dimulai di tengah krisis, alat-alat kebersihan untuk memulihkan kesehatan, hingga perlengkapan salat dan Al-Qur’an, penopang batin di masa paling rapuh. Semua itu dikumpulkan dari 27 lembaga zakat yang berkolaborasi di bawah naungan FOZ Jawa Barat. 

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat. Pengangkatan bendera Merah Putih dan bendera FOZ menandai keberangkatan dua truk bantuan. Hadir dalam kesempatan itu Indra Maha, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat; Dudu Rohman, Kepala Kanwil Kemenag Jabar; serta Jajang Nurjaman, Ketua FOZ Jabar sekaligus Direktur DT Peduli, bersama jajaran Kemenag dan FOZ. 

Dalam sambutannya, Dudu Rohman berbicara lugas sekaligus reflektif. Ia menjelaskan bahwa dana yang terhimpun melalui Kemenag mencapai Rp3,51 miliar. Selain itu, UPZ khusus bencana di Jawa Barat telah menghimpun hampir Rp500 juta. Jika digabungkan dengan kontribusi lembaga-lembaga zakat, total bantuan mendekati bahkan melampaui Rp6 miliar. 

foz dan kemenag.JPG 78.8 KB
Dudu menegaskan bahwa Kemenag akan terus berkoordinasi dengan LAZ dan meminta fatwa BAZNAS terkait pemanfaatan UPZ agar tepat sasaran. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai ormas Islam, seperti Persis, Muhammadiyah, NU, dan lainnya, yang ikut mengambil peran. 

Nada suaranya menghangat ketika berbicara tentang relawan. “Saya sangat bangga dengan relawan yang sudah datang ke Sumatera. Panggilan jiwanya luar biasa,” katanya.  

Baginya, bantuan ini adalah wujud ibadah yang utuh, bukan hanya ibadah mahdhah, tetapi juga ghoiru mahdhah.  

“Jawa Barat ini ibadah sosialnya sangat luar biasa,” tambahnya, seraya mengajak semua pihak memaknai bencana sebagai musibah yang menguatkan persatuan. Dengan Basmalah, bantuan itu puni dilepas. 

‘Kalian Adalah Saudara Kami’ 

Di sisi lain, Jajang Nurjaman menyampaikan laporan dengan nada optimistis. Ia menegaskan bahwa lembaga zakat tidak hanya bergerak saat bencana di luar daerah, tetapi juga selalu hadir ketika Jawa Barat tertimpa musibah. Momentum hari itu, kata Jajang, adalah amanah dari masyarakat yang menitipkan donasi melalui lembaga-lembaga amil zakat. 

Di Jawa Barat sendiri, tercatat 77 lembaga zakat yang tergabung dalam FOZ, dari skala kota hingga nasional. Pada pelepasan kali ini, sekitar 27 lembaga berkolaborasi, mengirimkan bantuan senilai Rp2,6 miliar dengan total tonase sekitar 23 ton. Satu per satu nama lembaga disebutkan, termasuk DT Peduli. 

Distribusi bantuan telah dirancang cermat. Seluruh logistik akan dikumpulkan di Pelabuhan Tanjung Priok, lalu diberangkatkan bersama bantuan dari daerah lain menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Targetnya, kapal berangkat pada 25 Desember dan tiba pada 1–2 Januari. Dari sana, bantuan akan disalurkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagian melalui jalur darat hingga ke Padang. 

Indra Maha menutup rangkaian sambutan dengan pesan sederhana namun kuat. Ia mengingatkan bahwa korban bencana di Sumatera adalah saudara sendiri.  

“Maka kita juga punya kewajiban,” ujarnya. Ia bersyukur atas dorongan BAZNAS, Kemenag, dan seluruh elemen masyarakat yang bergandeng tangan dalam aksi kemanusiaan ini. 

Ketika truk-truk itu akhirnya bergerak meninggalkan halaman kantor, yang tertinggal adalah keyakinan bahwa di balik jarak ribuan kilometer, ada tangan-tangan yang akan terbantu, air mata yang akan terhenti, dan harapan yang perlahan tumbuh kembali. Dari Jawa Barat, sebuah pesan sederhana dikirimkan ke Sumatera: ‘kalian ada saudara kami.’ 

Baca juga: Air Mata Syukur di Tengah Reruntuhan, Bantuan Datang untuk Warga Banjir Aceh Tamiang 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator