Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ACEH TAMIANG – Di tengah puing-puing rumah yang nyaris rata dengan tanah, secercah harapan akhirnya hadir. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, Agung, salah seorang warga Desa Rantau Bintang, Kabupaten Aceh Tamiang, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
“Jazakumullah khair ya, Pak. Terima kasih sudah datang ke desa kami membawa bantuan. Terima kasih karena masih mengingat kami,” ucap Agung lirih. 
Banjir besar yang melanda wilayah ini mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah desa, termasuk Desa Rantau Bintang. Sebagian bangunan hanyut terbawa arus deras, sementara lainnya roboh dan rata dengan tanah. Memasuki pekan ketiga setelah banjir, aktivitas masyarakat masih lumpuh dan belum sepenuhnya pulih.
Lumpur tebal masih menyelimuti jalanan, area persawahan, serta kawasan permukiman. Kondisi ini menyulitkan warga untuk beraktivitas dan kembali menjalani kehidupan normal. Banyak rumah yang tidak lagi layak huni dan tidak dapat digunakan kembali.
Berdasarkan laporan di lapangan, ketinggian air banjir sempat mencapai setengah tinggi pohon kelapa muda. Arus air yang sangat kuat merobohkan bangunan dan menyapu harta benda warga dalam waktu singkat. Selain kerusakan fisik, banjir juga memutus akses antarwilayah dan mengisolasi sejumlah desa.
Bantuan yang disalurkan DT Peduli dan PT Jemla Ferry tidak hanya diperuntukkan bagi satu desa, tetapi juga akan didistribusikan ke beberapa wilayah terdampak lainnya di Aceh Tamiang. Namun, proses pendistribusian menghadapi tantangan berat. Sejumlah jembatan penghubung putus akibat banjir, membuat akses darat tidak dapat dilalui.
Untuk menjangkau desa-desa yang terisolasi, tim relawan harus menyeberangi sungai menggunakan sampan, melawan arus air yang masih deras dan berisiko. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah para relawan dalam menyalurkan bantuan.
Perwakilan DT Peduli mengungkapkan, setiap paket sembako dan telur yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan solidaritas, sekaligus pesan bahwa warga Aceh Tamiang tidak sendirian menghadapi musibah ini.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi langkah awal untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pascabencana,” ungkapnya.
Baca juga: Pascabanjir Aceh Tamiang, Layanan Kesehatan DT Peduli Tangani Pasien Kritis dan Puluhan Warga
Penyunting: Agus ID