Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Matahari belum genap meninggi di atas langit Kampung Sindangheula, Kamis (28/5/2026), namun keriuhan yang sarat akan hangatnya kebersamaan terasa di Pondok Pesantren Bai Mahdi, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.
Ratusan orang berkumpul, bersatu padu dalam sebuah kegiatan akbar yang baru pertama kali menorehkan sejarah di tanah Sultan Ageng Tirtayasa, yakni Qurban Fest 2026 dengan 1.000 ekor domba yang disembelih secara serentak. 
Sebelum bilah pisau terhunus, tim dokter hewan dan panitia memastikan setiap hewan telah melewati fase quality control yang ketat demi menjamin kesehatan dan kelayakannya. 
Direktur Utama Laznas DT Peduli, Jajang Nurjaman, menatap takjub ke arah lapangan pesantren yang disulap menjadi area pemotongan massal. Baginya, agenda bagian dari program "Qurban Impact" ini lebih dari sekadar rutinitas tahunan membagikan daging.
"Harapannya, program qurban ini tidak hanya ritual membeli, menyembelih, dan membagikan saja, tapi ada dampak lebih yang bisa diberikan. Dampak kepada pemberdayaan masyarakat, peternak binaan kita, peningkatan ekonomi, gizi kesehatan, hingga menjadi bagian dari dakwah," ujar Jajang dengan nada optimis. 
Secara keseluruhan, ada sekitar 22.000 penerima manfaat yang terdata secara akurat berkat kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para kepala desa setempat.
Langkah nyata DT Peduli ini memantik apresiasi mendalam dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), H. Yandri Susanto, yang turut hadir meninjau langsung ke lokasi. Menurutnya, track record DT Peduli dalam aksi sosial memang sudah tidak diragukan lagi.
"Kehadiran DT Peduli ini luar biasa karena sudah teruji melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kita menyasar warga di tingkat desa yang mungkin selama ini jarang atau bahkan tidak pernah merasakan daging," tutur Yandri. 
"Kita sudah punya pengalaman dan kerja sama yang click. Tahun depan, in syaa Allah kita akan buat lebih besar lagi. Kita tata agar desa-desa peternak lebih siap, manusianya berdaya, dan datanya semakin valid," tambah sang Menteri setelah berbincang hangat dengan Jajang Nurjaman mengenai keberlanjutan program pengetasan kemiskinan tersebut.
Saat matahari mulai bergeser ke barat, armada-armada pengangkut daging qurban mulai bergerak membelah jalanan pelosok Serang. Melintasi jalan setapak dan jembatan kecil, amanah para donatur itu akhirnya sampai ke tangan yang berhak. 
"Semoga bermanfaat dan semoga kebaikan para donatur dibalas oleh Allah berlipat ganda. Terima kasih banyak DT Peduli dan para donatur," ucapnya lirih seraya memegang erat daging tersebut.
Tak jauh dari sana, seorang ibu dengan mata yang berbinar-binar haru. Sambil melambaikan tangan ke arah relawan, mereka berseru kompak, "Terima kasih DT Peduli! Terima kasih donatur DT Peduli!" 
Baca juga: Menembus Lautan, DT Peduli NTB Bersama BPKH Salurkan Qurban ke Pulau Maringkik
Penyunting: Agus ID