Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GARUT SELATAN - Di tengah keterbatasan ekonomi dan beratnya perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga, semangat untuk membumikan al-Qur’an terus tumbuh dari pelosok Garut Selatan. Salah satunya datang dari Abdullah, seorang guru ngaji yang dengan ikhlas mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak di wilayah tempat tinggalnya tanpa menerima bayaran sepeser pun.
Pada Jumat (21/8/2026), DT Peduli Garut melalui Program Peduli Guru Ngaji menyalurkan bantuan berupa domba kepada Abdullah yang tinggal di Kampung Negla, Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus ikhtiar untuk mendukung kemandirian ekonomi Abdullah, sehingga perjuangannya dalam mendampingi anak-anak belajar al-Qur’an dapat terus berjalan.
Sehari-hari Abdullah mengandalkan penghasilan dari berbagai pekerjaan. Ia bekerja sebagai buruh ternak, buruh tani, sekaligus petani nira yang mengolah hasil panen menjadi gula aren.
Penghasilannya pun tidak selalu datang setiap hari. Sebagai buruh tani, ia menerima upah melalui sistem bagi hasil yang baru diperoleh satu tahun sekali. Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan hasil panen dan pengolahan nira menjadi gula aren.
Di tengah kondisi tersebut, Pak Abdullah tetap meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak mengaji di sekitar tempat tinggalnya.
Perjuangan itu semakin berat karena keluarga Abdullah juga harus menghadapi ujian lain. Anak keduanya mengidap thalasemia, sehingga membutuhkan biaya pengobatan serta transfusi darah secara berkala. Bahkan, untuk mendapatkan donor darah dan pengobatan, keluarga harus menempuh perjalanan menuju Kota Garut yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
Namun, berbagai keterbatasan tersebut tidak membuat Abdullah meninggalkan amanahnya untuk mendampingi anak-anak mengenal dan mencintai al-Qur’an.
“Alhamdulillah, meski lelah mencari nafkah, saya tetap mengusahakan mengajar anak-anak mengaji. Dari ngarit untuk ternak, memanen nira di kebun-kebun yang berjauhan, hingga mengolahnya menjadi gula aren. Saya hanya ingin anak-anak di sini tetap dekat dengan Al-Qur’an," tutur Abdullah, Guru Ngaji Kampung Negla
Kehadiran guru ngaji seperti Abdullah menjadi sangat berarti, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pelosok dengan akses pendidikan yang terbatas.
Sandi, Staff Program DT Peduli Garut, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin mudah mendapatkan berbagai informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam pendidikan agama.
“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi. Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan agama tidak selalu berjalan seimbang. Karena itu, kehadiran sosok seperti Pak Abdullah yang dengan istiqamah mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak di sini menjadi sesuatu yang sangat berharga dan patut kita dukung bersama,” tutur Sandi.
Menurutnya, perjuangan guru ngaji di pelosok bukan hanya tentang mengajarkan kemampuan membaca al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga nilai, akhlak, dan kedekatan generasi muda dengan ajaran agama.
Melalui penyaluran hewan ternak domba, DT Peduli Garut berharap bantuan tersebut dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi bagi Abdullah dan keluarganya.
Bantuan ini juga menjadi wujud kepedulian terhadap para guru ngaji yang selama ini menjalankan perannya dengan penuh keikhlasan. Mereka mengajarkan al-Qur’an bukan karena besarnya imbalan, melainkan karena keyakinan bahwa setiap generasi harus memiliki kedekatan dengan al-Qur’an.
Dari pelosok Garut Selatan, perjuangan membumikan Al-Qur’an terus menyala. DT Peduli Garut berharap langkah kecil ini dapat meringankan perjuangan Abdullah, menguatkan ekonomi keluarganya, serta menjaga semangatnya untuk terus mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Baca Juga: DT Peduli Garut Dukung Kegiatan Khotmil Qur'an di Pendopo Kabupaten Garut
Penulis : Hayyil Wildan
Penyunting : Cristi A. Sarif