Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BIREUEN — Upaya membantu penyintas banjir bandang di Provinsi Aceh terus dilakukan. Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, tim DT Peduli Aceh berhasil menembus Desa Pante Baro, Kecamatan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, salah satu wilayah terdampak paling parah dengan jumlah penyintas mencapai 743 kepala keluarga.
Banjir bandang yang melanda beberapa hari terakhir bukan hanya merendam pemukiman warga, namun juga melumpuhkan akses darat. Jembatan penghubung desa terputus total sehingga menyulitkan distribusi bantuan dari luar. Kondisi ini membuat warga terisolasi dan mengandalkan persediaan pangan seadanya.
Di tengah keterbatasan itu, tim relawan DT Peduli Aceh tak tinggal diam. Mereka membawa logistik berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan darurat warga. Proses distribusi pun dilakukan dengan peralatan seadanya, termasuk menggunakan boat kecil untuk menyeberangi aliran sungai yang masih deras.
“Desa Pante Baro termasuk lokasi paling parah yang terdampak banjir, dengan jumlah 743 KK. Akses menuju ke desa putus total, jembatan putus. Sehingga proses distribusi harus menggunakan boat kecil,” jelas salah seorang relawan DT Peduli di lokasi.
Bantuan yang tiba di desa tersebut disambut haru oleh warga yang sudah menunggu dalam ketidakpastian. Banyak dari mereka kehilangan perabot rumah, ternak, bahkan beberapa masih mencari anggota keluarga yang terpisah saat banjir menerjang. 
“Kami sangat berterima kasih kepada DT Peduli dan semua donatur yang sudah membantu logistik sembako untuk korban terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan,” ungkapnya.
Tim DT Peduli Aceh memastikan pendampingan akan terus dilakukan. Selain distribusi sembako, kebutuhan mendesak seperti air bersih, layanan kesehatan, dan perlengkapan kebersihan kini masuk daftar prioritas.
DT Peduli juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan pihak lain yang ingin membantu mempercepat pemulihan kehidupan warga Pante Baro. Di tengah segala keterbatasan, semangat gotong royong menjadi kekuatan terbesar agar desa ini dapat segera bangkit kembali.
Editor: Agus ID