Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GARUT – Di Kampung Garangwangi, Desa Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, tersimpan kisah perjuangan panjang tentang seorang anak bernama Amel yang gigih melawan penyakit thalasemia sejak usianya masih tiga bulan. Thalasemia adalah penyakit darah genetik yang menyebabkan produksi hemoglobin (protein dalam sel darah merah) tidak normal, sehingga menyebabkan anemia. Penderita thalasemia memerlukan transfusi darah secara rutin untuk bertahan hidup. Maka, selama 14 tahun itu pula Amel harus menjalani pengobatan rutin setiap pekan, juga transfusi darah yang tak pernah putus.
Proses pengobatan yang dijalani tidaklah mudah. Mulai dari pusat layanan kesehatan yang jauh dari tempat tinggal, keterbatasan moda transportasi, serta kondisi ekonomi keluarga prasejahtera yang menjadi tantangan tersendiri. Pada Selasa, (4/2), Tim Daarut Tauhiid (DT) Peduli Garut datang berkunjung ke kediaman Amel untuk menyalurkan dana crowdfunding. Maryani, ibu dari Amel sangat terharu atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dan merasa tidak sendirian. Bantuan dari DT Peduli ini sangat berarti bagi kami. Selama ini perjuangan Amel bukan hanya soal sakitnya, tapi juga tentang bagaimana kami bisa terus bertahan. Terima kasih kepada para donatur yang telah peduli pada anak kami,” tutur Maryani dengan mata berkaca-kaca.
Melalui penyaluran dana crowdfunding ini, DT Peduli Garut berupaya meringankan beban keluarga Amel agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Bantuan ini diharapkan menjadi penguat langkah dan harapan bahwa ada yang masih peduli pada Amel dan keluarganya.
Adi Heriadi, Staf Program DT Peduli Garut menyampaikan, pendampingan terhadap Amel merupakan bentuk komitmen lembaga dalam menjangkau mereka yang paling membutuhkan. “Perjuangan Amel adalah perjuangan kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak tidak menjadi penghalang bagi anak-anak seperti Amel untuk terus mendapatkan pengobatan. Dukungan para donatur adalah harapan besar bagi keberlangsungan hidup Amel,” jelas Adi.
DT Peduli Garut juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial. Bantuan sekecil apapun dari para donatur akan menjadi harapan besar bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit, dan hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga : Kunjungi Madrasah di Wilayah Pelosok, DT Peduli Garut Salurkan Mushaf Al-Quran
Penulis : Sandi Susandi, Staf Program DT Peduli Garut
Penyunting : Cristi A. Sarif