Belajar Ikhlas dari Yogi Tyandaru

Nama Fajar Toserba sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Kuningan. Ya, toserba milik putra asli Kuningan ini memang banyak dijumpai di pinggiran kota Kuningan. Selain harga-harganya yang bersaing, toserba ini juga dikenal sebagai toserba yang menjunjung tinggi konsep ibadah.

Yogi Tyandaru, lelaki kelahiran Kuningan, 20 Mei 1975 ini berhasil mendirikan belasan toko dengan brand Fajar Toserba Group setelah mencicipi asam garam kehidupan. Untuk mencapai kesuksesannya saat ini, Yogi harus memulai tantangan hidup bersama ayah mertuanya.

Usai mencoba berbagai profesi, Yogi kemudian menjatuhkan pilihannnya dengan ikut bersama ayah mertuanya untuk mengelola toko di Kuningan. Menjadi menantu pemiliki toko, tak lantas membuat Yogi langsung mendapatkan jabatan mentereng.

Setelah bergabung di toko ayah mertuanya, Yogi pernah mencicipi amanah yang diberikan ayah mertuanya itu dari mulai cleaning service, penjaga barang, hingga direktur utama saat ini. Sempat mengeluh, namun akhirnya Yogi faham jika ayah mertuanya sedang mendidiknya dari mulai level terbawah.

Memilih Wakaf

Kesuksesan yang diraih Yogi tak lantas membuatnya terlena hingga melupakan orang-orang di sekitarnya. Melalui konsep ibadah yang dipilihnya, Yogi bertekad untuk menjalankan usahanya sambil berdakwah dan memberikan manfaat untuk warga di sekitarnya. Hal ini Ia mulai saat mendirikan toko.

Untuk menarik perhatian masyarakat, sebelum membangun toko, ia terlebih dahulu membangun masjid. Yogi juga membuat kios-kios kecil dengan biaya sewa murah dan menjadikan pedagang-pedagang kecil sebagai mitranya.

Sedekah dipilih Yogi sebagai cara untuk mendapatkan pertolongan Allah lebih banyak. Diketahui, selain zakat yang dikeluarkannya setiap bulan, Yogi juga tak pernah hitung-hitungan dengan sedekah lainnya, salah satunya adalah wakaf.

Memasuki pekan kedua September 2020, Yogi berhasil memenangkan lelang Toyota Vellfire milik KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Adapun uang hasil lelang ini sepenuhnya digunakan untuk pembangunan Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid di Eco Pesantren 2 di Kp. Tugu, Desa. Karyawangi, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat.

Lelaki yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Fajar Cahaya Cemerlang ini mengungkapkan, keinginannya memenangkan lelang tersebut setelah mendengar info kalau Aa Gym akan membangun Eco Pesantren. Yogi pun bertekad untuk ambil bagian dalam amal saleh ini hingga akhirnya Yogi berhasil mendapatkan mobil yang biasa digunakan Aa Gym berdakwah.

“Kalau Bahasa Aa Gym itu bukan memenangkan lelang, tetapi wakaf berhadiah Vellfire,” kata Yogi Yogi.

Dengan penuh kebahagiaan, Yogi akhirnya bisa ikut andil dalam proyek amal ini. Yogi juga berharap, keputusannya ini menjadi jalan meraih surganya Allah SWT.

“Yang kita makan akan jadi kotoran, yang kita pakai akan usang, dan yang abadi dan yang akan ikut kita ke akhirat adalah rezeki yang kita wakafkan di jalan Allah. Lakukan yang terbaik, kalau bisa jadi yang terbaik dalam segala hal, terbaik di mata Allah SWT, terbaik di dunia, terbaik di akhirat,” ungkap Yogi penuh semangat.

Beberapa saat setelah Yogi resmi memiliki Toyota Vellfire, kabar mengejutkan datang dari Aa Gym. Dalam sebuah kajian, Aa Gym mengumumkan jika mobil yang diikhlaskannya untuk diwakafkan ternyata kembali lagi.

“Siapa sangka, beliau memberikan kendaraan ini sebagai hadiah kepada Aa. Padahal Aa sudah ikhlas kendaraan dimiliki orang lain. Beliau pun ikhlas, mobil tersebut diberikan kepada Aa kembali. Inilah skenario Allah Ta’alla. Tidak disangka-sangka kejadiannya. Ada hikmah setiap kejadian,” ujarnya.

Aa Gym kemudian mengingatkan jamaah tentang kehebatan beramal dan balasan yang diberikan.

“Kita jangan ragu dengan jaminan Allah, jika kita bersandar kepada-Nya. Karena setiap kejadian ada hikmah, termasuk kejadian ini. Semoga berkah dan jadi amal saleh. Kita banyak belajar dengan kejadian ini. Betapa hebatnya beramal tanpa alasan,” tutup Aa Gym. (Astri)