Angkat Kearifan Lokal, DT Peduli Siap Lestarikan Kerajinan Purun

Kampung Purun sudah lama ada di Kalimantan Selatan (Kalsel), tepatnya di daerah Palm Banjarbaru, atau 1 jam perjalanan dari Banjarmasin. Satu tahun ini, orang mulai mengenalnya karena pemerintah mulai mengenalkan pengrajin purun ini di acara-acara besar pemerintah.

Purun adalah jenis rumput yang mempunyai tekstur bagus, kuat, dan tahan lama. Purun merupakan tanaman liar yang tumbuh di daerah berair atau rawa-rawa. Sejak lama, purun dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat tikar, topi, bakul, atau tas sederhana.

Saat ini pengrajin purun didominasi oleh generasi lama, sehingga produk yang dihasilkan pun tidak terlalu dilirik oleh masyarakat. Namun, saat ini pemerintah Kota Banjarbaru dan Banjarmasin berupaya mengangkat kerajinan purun ini, sehingga di setiap acara besar, tas purun akan menjadi souvenir.

Daarut Tauhiid (DT) Peduli Kalsel mencoba bersinergi dengan ketua kelompok Galuh Cempaka, untuk melatih 10 penerima manfaat program DT Peduli Kalsel. Rencananya, mereka akan belajar membuat aneka kerajinan dari purun di Daarut Tauhiid Creative Center (DTCC) yang akan dimulai bulan September.

"Insya Allah kami akan melibatkan anak-anak alumni SLB dan difabel untuk memodifikasi tas purun polos dengan lukisan tangan, dan kain sasirangan agar nilai jualnya lebih tinggi serta meningkatkan pangsa pasar dari produk purun ini," tutur Pjs Kabag Program, Indreswati, pada Rabu (4/9). (IND)