Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Sheyla Taradia Habib, Mompreneur Inspiratif dari Lampung
 

 

Sheyla Taradia Habib, Mompreneur Inspiratif dari Lampung

Dipublish pada:

24-Dec-23
ADA anggapan ketika perempuan menikah dan memiliki anak, maka peran domestik membuatnya jauh dari sosok perempuan modern yang punya spirit berkarya. Berkiprah di berbagai ranah, memperjuangkan mimpi dan masa depannya sebagai perempuan berdikari. Bagi Sheyla Taradia Habib, anggapan ini perlu dimaknai ulang. Ibu dari tiga anak itu percaya bahwa perempuan adalah makhluk luar biasa. Ketika dianugerahi anak, bukan berarti ia tidak berkarya dan berdaya secara finansial. “Kodratnya perempuan itu kan sebenarnya di rumah, urus anak. Tapi mereka masih bisa berdaya dari rumah,” ujar Sheyla. Bukannya menolak emansipasi, Sheyla berupaya tidak mempertentangkan antara gagasan kesetaraan dari kelompok feminis dengan fitrah perempuan, terutama yang memilih menjadi ibu rumah tangga. Sebagaimana dijalani Sheyla saat ini, ia melakoni peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus wirausaha, atau dikenal dengan istilah mompreneur. Istri dari Ahmad Iqbal Syarib itu adalah pengusaha perempuan yang sukses mengembangkan produk BeeMe Mom and Baby Skincare, brand lokal skincare asal Lampung. Produk utama dari skincare rintisannya ini adalah BeeMe Nourishing Balm/pelembab serbaguna yang terjual hingga puluhan ribu per bulannya. Kiprah perempuan kelahiran Bandar Lampung, Mei 1992 ini juga diakui oleh banyak kalangan. Pada tahun lalu, Sheyla meraih juara 1 Program Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2021 Kategori Industri Kreatif yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ia juga didaulat sebagai juara 2 Kompetisi Startup Kosmetik 2021 yang digelar Kementerian Perindustrian. Bersama beberapa penulis lainnya, Sheyla terlibat dalam project penulisan buku Kartini Milenial (2021), memuat kisah-kisah inspiratif perempuan-perempuan hebat dan tangguh yang tak hanya berpendidikan tinggi, tapi juga menebarkan semangat positif bagi lingkungan sekitar. Perempuan yang terus berkarya dan berperan penting bagi peradaban bangsa. Pahlawan Berdaster “Saya ingin menciptakan ibu yang bahagia di se - luruh dunia. Ibu yang bahagia dan sejahtera akan menghasilkan rumah tangga harmonis, anak dan suami yang bahagia pula. Karena jantungnya rumah adalah ibu,” kata Sheyla. Untuk itu, kala pandemi lalu, ia memberdayakan lebih dari 300 ibu rumah tangga untuk melek digital dan sejahtera finansialnya. Menjadikan ibu rumah tangga sebagai pahlawan berdaster. Alumnus Sastra Inggris Universitas Indonesia ini tidak pernah lupa, bagaimana pengalamannya sen - diri saat hamil dan nyaris tidak ada yang dikerjakan. Hanya berkutat mengurus anak dan suami. “Bukannya jatah dari suami per bulan itu kurang, tapi ibu-ibu itu kan pengen aktif dan produktif juga. Pengen kalau jajan itu bisa sendiri karena uang dari suami didahulukan untuk kebutuhan anak-anak atau keluarga,” ujar Sheyla. Keresahan yang dialami Sheyla ternyata juga di - alami ibu-ibu yang lain dalam circle pertemanannya. Hal ini semakin memantapkan Sheyla untuk mem - berdayakan ibu-ibu rumah tangga agar tetap bisa berkarya dan mendapatkan penghasilan meskipun bekerja dari rumah. “Keresahan itu dirasakan juga sama ibu-ibu di sekitar saya. Kita jadi saling curhat. Nah saya akhirnya termotivasi untuk menjadi salah satu contoh, ibu rumah tangga pun bisa beraktivitas atau berkarya sambil tetap mengurus anak,” ujarnya. Kini, Sheyla menghimpun lebih dari 400 ibu-ibu rumah tangga sebagai reseller produknya. Mereka tidak hanya dibimbing dari sisi bisnis, tapi juga ada mentor yang secara rutin memberikan ilmu parenting dan kajian keislaman. “Jadi bukan cuman diajarin cara memperoleh uang, tapi dari sisi parenting dan ilmu agama juga mereka dapatkan,” katanya. Sheyla bersyukur diberikan kesempatan oleh Allah sebagai jalan bagi ibu-ibu rumah tangga yang tetap aktif berkarya. Menjadi mompreneur, ia yakini sebagai caranya menebar manfaat dan kebaikan untuk banyak orang yang siap berubah lebih baik. “Tinggal memilih mau berdiam diri sambil menge - luh karena sibuk ngurus anak dan ngurus rumah, atau aktif melakukan sesuatu untuk diri sendiri. Jangan selalu mencari alasan. Jangan selalu men - yalahkan keadaan. Perubahan yang terjadi dalam hidup itu tergantung bagaimana kerasnya kita ber - usaha,” pungkas Sheyla. (Suhendri Cahya Purnama)

Ditulis Oleh:

Administrator