Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Penuh Antusias, 50 Guru di Makassar Ikuti Pelatihan Guru Tangguh Pembelajaran Menyenangkan
 

 

Penuh Antusias, 50 Guru di Makassar Ikuti Pelatihan Guru Tangguh Pembelajaran Menyenangkan

Dipublish pada:

27-Sep-22

MAKASSAR – Daarut Tauhiid (DT) Peduli Makassar bersama Paragon menggelar program Pelatihan Guru Tangguh yang berlangsung selama dua hari, dari Sabtu (10/9) sampai Ahad (11/9) di Hotel Grand Imawan, Kota Makassar.

 

Dengan tema Pembelajaran Menyenangkan, Pelatihan Guru Tangguh tersebut diikuti 50 guru yang mengajar di Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka berasal dari Kota Makassar dan Kabupaten Luwu, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maunpun dan non ASN.

 

General Manager Regional 5 DT Peduli, Nur Ihsan Bashori yang membuka langsung kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk belajar menjadi Guru Tangguh.

 

“Alhamdulillah, terima kasih untuk seluruh guru tangguh yang hadir. Semoga selama 2 hari pelatihan dapat bermanfaat dan diaplikasikan di sekolahnya masing-masing,” ujar Nur Ihsan.


 

Pemateri di hari pertama disampaikan oleh Trainer dan Praktisi di Lembaga Pendidikan Athirah Makassar, Sahabuddin. Ia menyampaikan tentang manajemen kelas dan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Selama 1 jam, Sahabuddin menyampaikan materi yang dilanjutkan dengan praktik oleh masing-masing guru selama 3 jam.

 

Sedangkan di hari kedua, materi disampaikan oleh Tokoh Agama sekaligus Guru, Sabaruddin. Ia menyampakan tentang spiritual guru. Sabaruddin menjelaskan, pentingnya seorang guru memiliki spiritual karena menjadi teladan bagi anak didiknya.

 

Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel, Bakri yang turut hadir dalam acara penutupan menyampaikan terima kasih kepada DT Peduli yang telah peduli terhadap Pendidikan.

 

“DT Peduli satu-satunya yang mengadakan pelatihan guru yang bisa mengumpulkan guru lintas instansi selama dua hari. Besar harapannya peserta mampu mewujudkan ilmunya ke peserta didiknya masing-masing karena tantangan zaman semakin kuat, terutama teknologi,” ujarnya. (MR/Alma)

Ditulis Oleh:

Administrator