Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Menapaki Negeri Sakura dan Cappadocia, Berkah Sunnah Berkuda
 

 

Menapaki Negeri Sakura dan Cappadocia, Berkah Sunnah Berkuda

Dipublish pada:

15-Feb-23

TANGERANG – Tak pernah menyangka, Alumnus Adzkia Islamic School, Ilham Rahmat Dinata bisa menginjakkan kakinya di negeri sakura, Jepang dan Cappadocia, Turki.

 

Laki-laki kelahiran Tangerang Selatan, 25 tahun silam ini merupakan alumnus penerima manfaat Beasiswa Un99ul Daarut Tauhiid (DT) Peduli. Kesukaannya pada kuda, membuatnya bisa melanglang buana.



 

“Awalnya, lulus dari Adzkia Islamic School, saya memutuskan untuk khidmat di pesantren dan belajar mengurus kuda. Hal ini sesuai pula dengan arahan serta permintaan Gurunda, KH Abdullah Gymnastiar, agar saya bisa berkhidmat di Adzkia,” kisah Ilham.


Ia memanfaatkan kecintaannya pada hobi berkuda untuk bisa mendapatkan beasiswa. Tak lama, ia mendapatkan kesempatan belajar merawat kuda di sebuah stable (kandang) di negeri sakura.

 

“Waktu pesantren, saya sempat berdoa kepada Allah, mengutarakan niat saya untuk bisa ke luar Jabodetabek. Allah pun kabulkan dan membawa saya ke Bandung, Jawa Timur, Jawa Tengah. Saya kemudian berdoa lagi, ingin ke luar Pulau Jawa. Allah kabulkan lagi, hingga saya bisa ke Riau dan Lampung. Saya pun kembali berdoa, ingin ke luar Indonesia dan maa syaa Allah, Allah berikan kesempatan saya bisa belajar ke Jepang,” cerita Ilham.

 

Sesampainya di Jepang, laki-laki lima bersaudara ini belajar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam merawat kuda. Ilham pun terus menggali ilmu dan pengalamannya dalam berkuda.



 

Bahkan, ia pernah meraih juara II pada perlombaan Horseback Archery Internasional. Dan tak lama, ia bisa membeli kuda dan membuka stable kecil di dekat rumahnya.

 

“Nama stablenya sama dengan nama stable tempat saya belajar di Jepang, yaitu Saiga Stable, milik Saiga Sensei. Bedanya stable Saiga milik saya punya kepanjangan, yaitu Santri Siaga,” kata Ilham sembari tertawa.

 

Melalui member di Equestrian, Ilham kembali mendapatkan peluang ke luar negeri pada tahun 2021. Kesempatan kali ini mengajak Ilham melangkahkan kakinya ke negara Turki. Negara yang identik dengan Cappadocia ini berhasil dikunjungi Ilham tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

 



Melalui berbagai takdir hidup yang ia jalani, ada pesan dari Aa Gym yang hingga kini masih ia kenang.

 

“Saya ingat sekali, waktu itu Aa berpesan, ‘Sing ajeg Am, sing istiqomah, in syaa Allah, sunnah ini membawa berkah. Kalau ingin menjadi ahlinya, lanjutkan sampai benar-benar menjadi ahlinya.’ Dan maa syaa Allah, pesan yang luar biasa ini sungguh benar adanya. Dulu saya bertugas merawat kuda, membersihkan kandang kuda, sekarang bisa memiliki seekor kuda dan memiliki stable kecil-kecilan,” tutur Ilham.



 

Atas keberkahan yang Ilham raih, ia pun begitu mensyukuri takdir yang mengantarkannya belajar di Pesantren Daarut Tauhiid.

 

“Alhamdulillah, terima kasih DT Peduli dan Gurunda Aa yang sudah menjadi wasilah bagi takdir yang membawa saya saat ini. Mudah-mudahan Allah berikan keberkahan pula pada DT Peduli dan gurunda atas semua kebaikan yang telah dilakukan,” syukur Ilham. (Nawang/Alma)

Ditulis Oleh:

Administrator