Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza, Kokoh Berdiri di Tengah Konflik
 

 

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza, Kokoh Berdiri di Tengah Konflik

Dipublish pada:

05-Jul-22

Tahukah Sahabat, selain di Indonesia dan Australia, ternyata Masjid Daarut Tauhiid juga ada di Palestina, lo! Masjid yang berdiri di tengah konflik antara Palestina-Israel ini bernama Masjid Daarut Tauhiid Indonesia.

 

Nama tersebut digunakan lantaran pembangunannya didanai rakyat Indonesia yang dikumpulkan dan disalurkan melalui DT Peduli (dulu Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid). Pembangunan masjid ini juga menjadi salah satu wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina yang saat itu tidak  memiliki rumah ibadah yang nyaman akibat serangan zionis.

 

Dibangun di atas tanah lahan milik Departemen Agama dan Perwakafan Palestina ditambah wakaf dari warga sekitar, masjid seluas 248 Meter persegi ini mampu menampung 4500-500 jamaah. Masjid ini juga dilengkapi dengan karpet, kipas angin, tempat wudu, empat toilet, dan fondasi dasar berkekuatan lima lantai.

 

Setelah survei lapangan di Jalur Gaza, pembangunan masjid diawali  dengan peletakan batu pertama pada Jumat (31/7/2015). Seluruh bahan bangunan dan material seperti semen, besi, batu bata, dan lain sebagainya didatangkan hanya melalui pintu perbatasan Kareem Abo Saleem, pintu perbatasan antara  Gaza dan Israel. Karena krisis material juga, akibatnya pembangunan menjadi terlambat, dari dua bulan menjadi empat bulan.

 

Meski terlambat, namun akhirnya Masjid Daarut Tauhiid berhasil diresmikan pada Kamis (31/12/2015) pukul 10 pagi waktu Gaza. Peresmian ini pun disambut haru oleh pencetus sekaligus konseptor Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza, KH. Abdullah Gymnastiar.

 

Selain tempat ibadah, sejak didirikannya, masjid dua lantai ini juga difungsikan sebagai Baitul Qur’an atau tempat mencetak para penghafal Al-Qur’an. Masjid ini juga sering dijadikan lokasi penyaluran bantuan kemanusiaan dan acara-acara penting lainnya.

 

Ada tujuh kelas Baitul Qur’an yang tersebar di Deir Balah, Gaza Tengah dan Jabaliya, Gaza Utara. Sekira dua ratus siswa penghafal Al-Qur’an yang belajar di sana. Meski di bawah ancaman serangan rudal Israel, para siswa Baitul Qur’an Daarut Tauhiid di Gaza tetap beraktivitas seperti biasanya.

 

"Jika bukan dukungan dari Indonesia kami tidak akan mampu mencetak 45 kader Hafiz Al-Qur’an. Ini semua berkat sumbangsih saudara-saudara kami dari Indonesia.'' (Pembina Baitul Quran DT Gaza, Mahmoud Manoun)

Ditulis Oleh:

Administrator