Dipublish pada:
Mutia (15), tak menyangka dirinya harus menjadi yatim di usia muda. Pemilik nama lengkap Mutia Qisti Rajani ini mengaku sangat merindukan sosok ayah. Ayahnya pergi meninggalkan dunia ini saat ia masih duduk di kelas dua SD. Saat itu usianya masih 7 tahun.
Mutia merupakan salah seorang binaan Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sumatera Utara (Sumut) pada program Orang Tua Asuh Peduli Pendidikan (OTAPP). Senin (28/10), tim DT Peduli berkunjung ke sekolahnya. Saat ia dimintai pendapat tentang orang tua asuh yang sudah membiayai sekolahnya selama ini, Mutia mengaku rindu pada sosok ayah.
"Seneng ada yang membiayai Mutia sekolah,". Ungkap Mutia sambil menahan nafas dan mencoba untuk tidak menangis.
"Mutia rindu dengan Buya," ucap Mutia lirih dan tidak bisa mengungkapkan isi hatinya lagi.
Orang Tua Asuh Peduli Pendidikan adalah program Beasiswa Prestatif yang menjadi program reguler DT Peduli Sumut.
"Terima kasih orang tua asuh, semoga apa yang diberikan dibalas oleh Allah". Tutup Mutia (Kustriawan)