Dipublish pada:
Bersamaan dengan momentum penyerahan bantuan ambulans pada Senin (5/10), Yayasan Minhaajurrosyidiin, Cipayung Jakarta Timur, berkesempatan mengenalkan beberapa aktivitas di Yayasan terkait pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.
Pengelolaan sampah dan ketahanan pangan yang dilakukan Yayasan Minhaajurrosyidiin bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jakarta Timur.
Menurut Ketua Umum Yayasan, Muh Asyari Akbar, pengelolaan sampah dilakulan dengan teknik pembakaran yang ramah lingkungan. Sampah organik dan anorganik habis terbakar menjadi abu karena suhu pembakaran yang sangat tinggi dan abu yang dihasilkan digunakan sebagai pupuk tanaman.
Adapun untuk ketahanan pangan, yayasan melakukan budidaya magot dari sampah yang menumpuk. Magot yang banyak tersebut lalu menjadi bahan pangan untuk lele yang dikembangbiakkan di tambak. Karenanya, seluruh sampah yang terkumpul dari masyarakat menjadi terurai habis dan bermanfaat bagi yayasan.
“Ke depan kami akan bekerja sama dengan Yayasan Minhaajurrosyidiin untuk pengelolaan sampah dan ketahanan pangan yang ramah lingkungan di kawasan Daarut Tauhiid di berbagai daerah,” ujar Kabag Program DT Peduli Jakarta, Tafrichan. (YA/Astri)