Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDA ACEH – Syamil Quran Jakarta melalui mitra distribusinya, Laznas DT Peduli Aceh, menyalurkan bantuan Al-Qur'an dan buku Iqra' kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Proses distribusi berlangsung selama tiga hari, dimulai Kamis (18/6/2026) hingga Ahad (21/6/2026). Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sarana belajar agama yang selama ini turut terdampak akibat bencana yang melanda berbagai daerah tersebut.

Banyak di antara lembaga penerima yang mengalami kerusakan fasilitas maupun kehilangan sebagian perlengkapan belajar mengajar, termasuk Al-Qur'an yang digunakan para santri dan siswa dalam kegiatan sehari-hari. Kehadiran bantuan ini menjadi angin segar bagi para pengajar dan peserta didik yang selama ini berupaya mempertahankan aktivitas pembelajaran Al-Qur'an di tengah keterbatasan.
Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, seluruh rangkaian distribusi dapat terlaksana dengan baik berkat koordinasi yang solid antara Syamil Quran Jakarta dan DT Peduli Aceh. Tim DT Peduli Aceh menempuh berbagai medan perjalanan untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh para penerima manfaat. Beberapa lokasi yang dikunjungi berada di daerah yang sebelumnya mengalami dampak cukup signifikan akibat bencana, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam proses penyaluran.
Selama proses penyaluran, para pengurus dayah, guru pengajian, serta masyarakat menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan haru. Mereka mengungkapkan bahwa Al-Qur'an dan buku Iqra' yang diterima akan sangat membantu keberlangsungan pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak dan para santri.

"Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada Syamil Quran dan DT Peduli Aceh. Semoga Allah membalas setiap kebaikan para donatur dan seluruh pihak yang terlibat. Kami berharap silaturahmi dan kepedulian ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak anak-anak di pelosok Aceh yang dapat belajar Al-Qur'an dengan layak,” ungkap Mahyuddin, salah satu pimpinan dayah.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar Al-Qur'an dan buku Iqra', melainkan juga menjadi simbol kepedulian dan penguat semangat bagi para santri yang tengah bangkit dari masa sulit.
“Bantuan ini telah menghadirkan kebahagiaan yang sulit kami ungkapkan dengan kata-kata. Semoga Allah menjadikan setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat," ungkapnya penuh haru.
Penulis: Khairul Asbah
Penyunting: Agus ID