Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | MAKASSAR — Program Pemberdayaan Ekonomi Bebek Petelur yang diinisiasi oleh Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sulawesi Selatan (Sulsel) di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, mulai membuahkan hasil. Setelah sempat mengalami kendala akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak bebek mati, saat ini kelompok peternak binaan tersebut telah berhasil memproduksi satu rak telur setiap harinya.
Program pemberdayaan ini merupakan wujud nyata dari pendayagunaan dana zakat produktif yang dikelola oleh DT Peduli Sulsel. Kelompok peternak ini diketuai oleh Syarief, dengan anggota yang terdiri dari anak-anak yatim setempat sebagai penerima manfaat langsung.
"Alhamdulillah, dana zakat yang bapak atau Ibu donatur tunaikan ke DT Peduli memberikan manfaat nyata kepada saya selaku penerima manfaat, serta anak-anak yatim di sini. Meskipun awalnya kami sempat terkendala cuaca buruk yang membuat banyak bebek mati, berkat dukungan yang terus mengalir, kami bisa konsisten merawat bebek yang tersisa hingga sekarang bisa menghasilkan satu rak telur per hari. Ini menjadi bukti nyata kemandirian dan proses belajar berwirausaha bagi anak-anak," ujar Syarief, Ketua Kelompok Ternak.
Keberhasilan program ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan zakat yang tepat guna dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda yang membutuhkan.
Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulsel, Hasmirah, menyampaikan apresiasinya atas kegigihan kelompok ternak di Sudiang dalam menghadapi tantangan cuaca tersebut.
"Kami sangat bersyukur melihat perkembangan program ini. Fokus utama kami bukan hanya memberikan bantuan sekali putus, melainkan membangun kemandirian ekonomi bagi anak-anak yatim. Melalui dana zakat produktif ini, kita bisa melihat potensi nyata dari para penerima manfaat. Terima kasih kepada para donatur yang telah memercayakan zakatnya melalui DT Peduli," kata Hasmirah.
Saat ini, hasil panen telur harian tersebut langsung dipasarkan ke warga dan warung-warung sekitar. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan telur ini dialokasikan untuk membantu biaya pendidikan serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari para anak yatim tersebut.
Baca Juga : Penuh Haru, DT Peduli Sulsel Bersama Kemenag Sulsel Gelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas
Penulis : Indarwati
Penyunting : Cristi A. Sarif