Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli menggelar tausyiah dan talk show spesial bertajuk “Peace is Really Peace?” di Masjid Daarut Tauhiid Bandung. Talkshow tersebut merupakan bagian dari program IMPACT (Indonesian Movement for Palestine Aid, Collaboration & Trust) yang merupakan turunan program Ramadhan Peduli Negeri (RPN) 2026.
Acara ini menghadirkan saksi hidup dari bumi Palestina untuk memberikan gambaran terkini mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza, yakni dr. Muadz Al-Battsh (29), Dokter Penanggung Jawab RS Indonesia di Gaza, dan Motaz Harb Muhammad Hasan Haniyah (23), alumni Tahfidz Al-Qur'an Masjid DT Gaza. 
"Masjidil Aqsa bukan milik orang-orang Palestina saja, tapi ini adalah milik umat semuanya; milik Indonesia, milik Mesir, milik seluruh umat Muslim," ujarnya dengan tegas di hadapan jamaah.
Ia juga memberikan kesaksian memilukan mengenai penghancuran sistematis yang dilakukan Zionis terhadap infrastruktur sipil, mulai dari sekolah hingga rumah sakit. Namun, di tengah reruntuhan tersebut, dr. Muadz mengaku takjub dengan dukungan masyarakat Indonesia. Ia menyaksikan sendiri bagaimana relawan Indonesia berkorban meninggalkan keluarga demi membantu warga Gaza.
"Indonesia adalah salah satu negara yang senantiasa mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Kami tidak pernah melupakan saudara kami di sini," tambah dr. Muadz.
Motaz Harb menjelaskan bahwa sumber kekuatan dan kesabaran warga Gaza yang tak tergoyahkan berasal dari Al-Qur'an. Menurutnya, jika umat Islam bersatu berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis, maka kezaliman akan sirna dari muka bumi. 
"Pesan saya untuk anak muda, bersatulah. Jangan sampai umat Islam itu seperti buih di lautan; banyak tapi tidak ada artinya," ungkap Iman.
Program IMPACT ini merupakan safari dakwah di ratusan titik di Indonesia. DT Peduli berkomitmen menjadikan program ini sebagai wadah bantuan nyata dan berkelanjutan bagi Palestina, sekaligus pengingat bahwa fajar pembebasan Baitul Maqdis kian dekat.
Baca juga: Perkuat Spirit Perjuangan Palestina, DT Peduli Gelar Dauroh Ilmiah Internasional
Penyunting: Agus ID