Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BOGOR – BPKH memberikan bantuan penanaman bibit sebanyak 2.500 pohon dengan 10% di antaranya merupakan spesies langka lokal, pada Jum’at (21/11.2025), bertetapan dengan Hari Pohon Sedunia.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kemaslahatan untuk ikut ambil bagian dalam mendukung perluasan Wakaf Hijau di Indonesia. Program Wakaf Pohon ini didanai dari nilai manfaat pengelolaan dana abadi umat. Sehingga, tidak ada dana setoran awal calon jamaah haji yang digunakan untuk pelaksanaan program kemaslahatan BPKH.
Bantuan ditandai dengan Penanaman lebih kurang 100 pohon sebagai bagian dari penanaman 2.500 pohon oleh Pimpinan dan Insan BPKH, civitas IPB University, DT Peduli, dan Pemerintah Daerah setempat. DT Peduli akan mengawal proses sampai selesai dan akan melakukan pengukuran stok karbon 1 tahun setelah penanaman. 
Sebanyak 2.500 pohon tersebut diberikan oleh BPKH kepada Yayasan Hutan Wakaf Bogor dan akan ditanam di 3 zona Kawasan, yaitu Kawasan Hutan Wakaf Purwabakti, Kawasan Hutan Wakaf Cibunian, dan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Pohon-pohon yang ditanam ditargetkan sccess rate pohon yang hidup adalah 95%. Diharapkan juga program ini dapat dijadikan sebagai teladan pengelolaan dana umat berbasis keberlanjutan, dengan mewujudkan program yang spiritually grounded, socially impactful, economically profitable. 
Hutan wakaf menjadi contoh implementasi wakaf hijau di Indonesia. Melalui hutan wakaf, lahan yang diwakafkan digunakan untuk program reboisasi dan konservasi lingkungan yang dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan tapi juga masyarakat sekitar.
”Kenapa BPKH ikut berkontribusi dalam dampak lingkungan ini, jadi BPKH itu berharap bisa menghadirkan kemaslahatan yang menyeluruh, tidak pada aspek spiritual saja, tetapi juga di sosial ekonomi dan ekologis,” tegas Sulistyowati, CFP selaku Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji. 
“Jadi program ini juga mendukung dalam rangka Suistainable Development Goals (Sdg’s) terutama di Sdg’s (13) yaitu Climate Action, atau Sdg’s (15) Life on Land, dan Sdg’s (17) Partnerships for the Goals,” pungkas Sulistyowati.
Baca juga: DT Peduli dan BPKH Edukasi Warga Bandung Kelola Sampah Organik Secara Mandiri
Penulis: SA
Editor: Agus ID