Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA – Sebagai wujud kepedulian yang berkelanjutan terhadap pemulihan sarana publik pascabencana, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli Jakarta merealisasikan komitmen bantuan untuk pembangunan kembali sarana ibadah di kawasan padat penduduk Kemayoran, Jakarta, yang beberapa waktu lalu terdampak musibah kebakaran.
Intervensi kemanusiaan kali ini difokuskan pada pemulihan sistem dakwah dan syiar keagamaan melalui penyaluran paket bantuan perangkat audio lengkap untuk Mushola Al-Fajr, pada Kamis (11/6/2026). Bantuan yang diserahkan secara langsung meliputi mesin amplifier (amplitudo), mikrofon, hingga pengeras suara (speaker TOA), menggantikan fasilitas operasional ibadah yang hangus terbakar.
Kehilangan fasilitas pengeras suara sempat membuat aktivitas panggilan shalat berjamaah di wilayah padat tersebut terhambat. Tokoh masyarakat sekaligus perwakilan pengurus mushola, Heri, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas gerak cepat dari DT Peduli yang memahami kebutuhan paling mendasar dalam menghidupkan kembali denyut spiritual warga setempat.
"Kami sangat berterima kasih kepada para donatur dan tim DT Peduli Jakarta atas bantuan alat audio ini. Sejak musibah kebakaran terjadi, kami kesulitan untuk mengumandangkan azan secara luas karena semua alat terdahulu rusak total. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan amplifier, mic, dan speaker TOA yang baru ini, Mushola Al-Fajr bisa kembali mengumandangkan azan dengan lantang dan warga bisa merapatkan shalat berjamaah lagi," ujar Heri penuh haru.
DT Peduli berkomitmen untuk terus mengawal pemulihan kawasan terdampak dari fase tanggap darurat hingga fase rekonstruksi sosial keagamaan. Manajer Program Jakarta DT Peduli, Ibnu Sofyan Ats-Tsauri, menjelaskan bahwa bantuan perangkat audio ini merupakan bagian dari rangkaian proses pendampingan institusi agar fungsi sosial mushola tidak terhenti terlalu lama.
"Penyaluran fasilitas audio untuk Mushola Al-Fajr di Kemayoran ini merupakan komitmen kami dalam mengawal setiap proses pemulihan pascabencana secara bertahap. Kami memahami bahwa pengeras suara, mic, dan amplifier adalah jantung dari syiar di masjid maupun mushola. Melalui pemenuhan kebutuhan ini, kami berharap aspek psikologis dan spiritual warga penyintas kebakaran dapat segera pulih seiring kembalinya aktivitas ibadah yang layak," terang Ibnu Sofyan Ats-Tsauri.
Penulis: Revaldy
Penyunting: Agus ID