Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA – Merespons krisis kemanusiaan yang masih memilukan di Palestina, DT Peduli mengambil peran strategis dalam peluncuran gerakan kemanusiaan independen, Indonesia for Palestine Movement, Selasa (27/1/2026). Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan menyatukan kekuatan kolektif agar dukungan bagi Palestina menjadi lebih terorganisir, berkelanjutan, dan tidak bersifat musiman.
Gerakan ini merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, akademisi, media, hingga tokoh agama. Kehadiran DT Peduli dalam inisiatif ini mempertegas komitmen lembaga untuk memastikan narasi perjuangan kemerdekaan Palestina tetap hidup di tengah isu-isu global lainnya.
Direktur DT Peduli, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa keterlibatan DT Peduli merupakan bentuk tanggung jawab moral dan agama untuk membela mereka yang tertindas.
"Mendukung mereka yang tertindas adalah kewajiban agama dan moral. Melalui gerakan ini, DT Peduli aktif menyatukan langkah bersama para ulama, akademisi, jurnalis, hingga influencer agar kita memiliki satu narasi yang kuat untuk memberikan harapan bagi Gaza," ujar Jajang. 
Direktur Al Khair Foundation, Atalla Abu Salah, yang juga penggagas gerakan ini, mengapresiasi peran aktif institusi seperti DT Peduli. Pria asal Gaza ini menekankan pentingnya membangun kesadaran jangka panjang yang terjaga lintas generasi.
“Visi utamanya adalah menjadi gerakan terdepan di Indonesia dalam solidaritas kemanusiaan dan keagamaan dengan mendorong dukungan nyata secara berkelanjutan,” ungkap Atalla, dikutip dari jabaronline.com.
Melalui Indonesia for Palestine Movement, DT Peduli berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam menghidupkan kesadaran publik bahwa perang dan genosida di Gaza masih berlangsung. Gerakan ini diharapkan menjadi motor penggerak dukungan politik internasional yang konsisten demi kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Berpuasa dalam Lapar dan Bertahan dalam Luka, Gaza Menanti Ramadhan yang Lebih Bahagia
Penyunting: Agus ID