Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANJARBARU – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhiid (DT) Peduli Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi memperluas jangkauan manfaatnya melalui kolaborasi formal dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) dalam rangkaian Studium Generale di Gedung Serbaguna Kampus 2 Banjarbaru, pada Selasa, (10/2).
Penandatanganan diwakili oleh Tim Program DT Peduli Kalsel, Heryannor, S.Ag., bersama Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Ridwansyah, M.Si. Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai filantropi islam ke dalam dunia akademik.
Berdasarkan dokumen MOU yang disepakati, DT Peduli Kalsel dan FDIK UIN Antasari akan berkolaborasi dalam ruang lingkup utama untuk mendukung kemajuan Banua, antara lain: Pertama, Pendidikan, Penelitian, dan Pelatihan: Pengembangan keilmuan dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.
Kedua, Pengabdian kepada masyarakat, yaitu aksi nyata di lapangan, termasuk dakwah di daerah pedalaman. Ketiga, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas academik.
Keempat, implementasi MBKM, yaitu penyelenggaraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui magang dan praktik kerja. Kelima, Penguatan Zakaf, Infak dan Sedekah (ZIS): Sosialisasi, edukasi, dan penguatan kepedulian sosial kemanusiaan melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Realisasi kerja sama ini sangat relevan dengan materi kuliah umum "Merajut Dakwah dari Akar Budaya" yang disampaikan oleh Dr. Gusti Yasser Arafat. Ia menekankan pentingnya dukungan ekonomi dan sosial bagi mualaf di pedalaman Meratus.
DT Peduli Kalsel hadir sebagai solusi konkret dalam ruang lingkup "Penguatan Kepedulian Sosial Kemanusiaan", karena dana ZIS yang dikelola dialokasikan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan konsistensi keimanan saudara-saudara mualaf di pelosok Kalimantan Selatan.
Dekan FDIK, Dr. Hj. Halimatus Sakdiah, M.Si., menekankan bahwa kehadiran DT Peduli Kalsel memberikan peluang besar bagi mahasiswa, khususnya dalam program MBKM.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi terlibat langsung dalam tata kelola filantropi dan pengabdian masyarakat bersama DT Peduli. Ini adalah bagian dari pengembangan kompetensi SDM yang nyata,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, DT Peduli Kalsel membuktikan perannya sebagai mitra strategis yang mampu menghubungkan dunia kampus dengan aksi kemanusiaan yang terukur dan berdampak luas.
Penulis : Hery
Penyunting : Cristi A. Sarif