Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Komitmen Daarut Tauhiid (DT) Peduli Bandung dalam memperkuat syiar Al-Qur'an tidak berhenti pada distribusi mushaf. Setelah menyalurkan 1.032 mushaf Al-Qur'an dalam program Ramadhan Peduli Negeri (RPN) 2026, DT Peduli melanjutkan ikhtiar dengan memberikan pendampingan serta apresiasi kepada para guru ngaji yang menjadi garda terdepan pendidikan Al-Qur'an di pelosok.
Sebelumnya, sebanyak 1.032 mushaf Al-Qur'an amanah dari para donatur telah didistribusikan ke 19 titik di wilayah Bandung Raya, meliputi Bandung Selatan, Bandung Barat, Kota Cimahi, hingga Kabupaten Subang. Penyaluran tersebut dilakukan menjelang Ramadan agar mushaf dapat segera dimanfaatkan oleh para santri dan masyarakat dalam meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an selama bulan suci ramadhan. 
Pada Rabu (18/6/2026), tim DT Peduli Bandung mengunjungi Pondok Pesantren Al Ukhwah, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. Selain memastikan mushaf yang telah disalurkan dimanfaatkan secara optimal oleh para santri, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk menyerahkan bantuan kepada para guru ngaji sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membina generasi Qur'ani.
Kepala DT Peduli Bandung, Muhammad Zusuf, mengatakan bahwa perhatian kepada guru ngaji merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menguatkan dakwah Al-Qur'an di berbagai daerah.
"Memberikan dukungan kepada para guru ngaji merupakan bentuk penghargaan kami kepada para pejuang agama Allah yang dengan ikhlas mengajarkan Al-Qur'an kepada generasi penerus. Bantuan yang kami salurkan disesuaikan dengan jumlah santri yang mereka bina, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal," ujarnya.
Ustadz Yahya dan Ustadz Galih, pengajar di Pondok Pesantren Al Ukhwah, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan DT Peduli.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada DT Peduli dan seluruh donatur atas bantuan mushaf Al-Qur'an serta kepeduliannya kepada para guru ngaji. Sebelumnya, banyak Al-Qur'an yang kami gunakan sudah rusak dan tidak layak pakai. Alhamdulillah, kini para santri memiliki mushaf yang lebih baik sehingga semakin bersemangat belajar, membaca, dan menghafalkan Al-Qur'an," ungkap mereka.
Program monitoring akan terus dilanjutkan ke sejumlah wilayah lainnya untuk memastikan seluruh mushaf yang telah disalurkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui langkah ini, DT Peduli berharap dapat menjaga keberlanjutan program, memperkuat semangat para guru ngaji, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan Al-Qur'an di berbagai daerah.
Baca juga: DT Peduli Sumbar Gelar Safari Dakwah Bersama Umi Pipik, Ratusan Jamaah BKMT Antusias Hadir
Penulis: Imam Taufik Embullen Z
Penyunting: Agus ID