Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | SUKABUMI - Program pemberdayaan masyarakat kembali digelar melalui Kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Produksi Pupuk Kompos Organik bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Sejahtera Sukabumi. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Haji BPKH, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (8/4/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara QS3-200, Koperasi Pemberdayaan Ummat Daarut Tauhiid (KOPMU DT), dan DT Peduli Sukabumi sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan. Para peserta penerima manfaat mengikuti kegiatan dengan antusias, yang terdiri dari warga setempat yang tergabung dalam kelompok usaha bersama.
Kepala Kantor Layanan DT Peduli Sukabumi, Ade Tirta, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kemandirian masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai budaya Daarut Tauhid. Ia menyampaikan bahwa pemberdayaan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tapi juga pada pembentukan karakter dan semangat ikhtiar masyarakat.
“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan, tapi juga membangun mental kemandirian dan keberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kampung Haji, Ustadz Saefulloh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi peluang usaha yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Materi pelatihan disampaikan oleh Kang Surya bersama Tim QS3-200, yang terbagi dalam dua sesi, yaitu teori dan praktik. Pada sesi teori, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai pengolahan limbah organik, sedangkan pada sesi praktik peserta secara langsung mempelajari proses pembuatan pupuk kompos organik.
Pendekatan ini memberikan pengalaman yang aplikatif bagi peserta, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru berbasis pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis.
Ucu, salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam mengelola limbah rumah tangga. “Kami jadi tahu bahwa limbah yang selama ini dibuang bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di Wilayah Kampung Haji, serta mendorong terciptanya usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara lembaga dan masyarakat, diharapkan program pemberdayaan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
Baca Juga : DT Peduli Sukabumi Sinergi dengan DT Peduli Australia Salurkan 2.575 Kg Beras Zakat Fitrah
Penulis : Gyn
Penyunting : Cristi A. Sarif