Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Bulan Muharam menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak amal saleh. Memaknai semangat tersebut, DT Peduli kembali menghadirkan program Muharam Berbagi Harapan, sebuah gerakan kepedulian yang mengajak masyarakat berbagi kebahagiaan sekaligus menumbuhkan harapan bagi anak yatim, dhuafa, penyandang Difabel, hingga masyarakat Palestina.
Ketua Panitia Muharam Berbagi Harapan DT Peduli, Lutfi Abdillah Fauzan, menjelaskan bahwa awal tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan optimisme bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi berbagai keterbatasan.
"Ketika Muharam menjadi salah satu bulan pertama dalam Hijriah, sesuatu yang awal itu menjadi penentu masa depan. Karena itu, kami ingin sahabat-sahabat yatim, dhuafa, dan Difabel bisa merasakan harapan yang sama dengan kita semua. Itulah mengapa kami mengusung tagline Muharam Berbagi Harapan," ujarnya saat ditemui di Kantor DT Peduli Pusat, Selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan, Muharam juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah Swt., sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan memiliki keutamaan tersendiri.
Dalam pelaksanaannya, Muharam Berbagi Harapan menghadirkan empat program utama. Program pertama adalah Beasiswa Peduli Negeri, yang saat ini telah menjangkau 361 penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. 
"Kondisi anak-anak yang tidak bisa sekolah kami fasilitasi dengan beasiswa sehingga mereka memiliki harapan untuk lebih maju, baik dari sisi pendidikan maupun kondisi sosial ekonominya," katanya.
Program kedua adalah Muharam Berbagi Bahagia, yaitu kegiatan berbagi yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan anak-anak yatim dan dhuafa selama bulan Muharam. Tahun ini, DT Peduli memprioritaskan penyaluran 10.000 paket perlengkapan sekolah, terutama bagi para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan sejumlah wilayah lainnya.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, berbagai cabang DT Peduli juga akan menyelenggarakan kegiatan sosial seperti Wisata Bahagia, Belanja Bahagia, hingga khitanan massal.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Muharam Berbagi Harapan kini memberikan perhatian lebih besar kepada penyandang Difabel melalui program Muharam untuk Difabel.
Lutfi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar penyandang Difabel memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah sehingga rentan mengalami kemiskinan. Berangkat dari kondisi tersebut, DT Peduli menghadirkan program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha.
"Di antaranya sudah berjalan usaha telur asin di Cirebon, kemudian pelatihan menjahit di Rumah Karya. Kami ingin sahabat-sahabat Difabel menjadi lebih mandiri, mampu bertahan, dan memiliki kehidupan yang lebih baik," ungkapnya.
Program keempat adalah Muharam untuk Palestina. Melalui program ini, DT Peduli terus melanjutkan komitmennya mendampingi masyarakat Palestina dengan menyalurkan santunan bagi anak yatim serta paket pangan kepada warga yang terdampak konflik.
"Palestina belum selesai. In sya Allah DT Peduli akan terus berjuang bersama saudara-saudara kita di Palestina. Target kami pada 10 Juli mendatang adalah menyalurkan santunan untuk yatim dan paket pangan agar mereka tetap merasakan kepedulian dari masyarakat Indonesia," tutur Lutfi.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat memanfaatkan keutamaan bulan Muharam untuk memperbanyak amal kebaikan. Selain dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah, Muharam juga memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis, termasuk anjuran memperbanyak ibadah dan puasa sunah.
"Kami ingin memaksimalkan momentum Muharam ini dengan menguatkan hubungan kepada Allah sekaligus hubungan antarsesama. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang berkontribusi sehingga semakin banyak pula yatim, dhuafa, Difabel, dan saudara-saudara kita di Palestina yang merasakan manfaatnya," pungkasnya.
Baca juga: Muharram Peduli Difabel
Penyunting: Agus ID