Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Ketika Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat Menyambut Ramadhan
 

 

Ketika Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat Menyambut Ramadhan

Dipublish pada:

11 Feb 2026


DTPEDULI.ORG - Ramadhan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Ketika Ramadhan semakin dekat, hati setiap muslim seakan diajak berhenti sejenak untuk menata niat, membersihkan diri, dan bersiap menyambut bulan penuh keberkahan. 

Bagi Rasulullah ﷺ dan para sahabat, Ramadhan adalah bulan yang dinanti dengan penuh harap. Ia disambut bukan dengan kegembiraan yang berlebihan, melainkan dengan ketenangan, doa, serta persiapan ibadah yang sungguh-sungguh. 

Allah ﷻ berfirman, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil.” (Q.S. Al-Baqarah: 185) 

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, bulan untuk kembali kepada petunjuk Allah ﷻ, serta waktu terbaik untuk memperbaiki arah hidup dan meningkatkan ketakwaan. 

Menyiapkan Hati 

Rasulullah ﷺ tidak menunggu Ramadhan datang begitu saja. Jauh sebelumnya, beliau telah menyiapkan diri dengan memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban. Para sahabat memperhatikan bagaimana beliau lebih sering berpuasa pada bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. 

Ketika Usamah bin Zaid ra bertanya tentang hal tersebut, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, padahal pada bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah ﷻ. Beliau ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa (HR. An-Nasa’i). 

Dari teladan ini, para sahabat memahami bahwa menyambut Ramadhan tidak hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan hati. Sya’ban menjadi masa latihan agar ketika Ramadhan tiba, jiwa telah siap untuk menjalani ibadah dengan lebih khusyuk. 

Kabar Gembira 

Menjelang datangnya Ramadhan, Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar gembira yang menguatkan iman para sahabat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau bersabda: 

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” 

Hadits ini menggambarkan betapa besar keutamaan Ramadhan sebagai bulan ampunan, bulan rahmat, dan kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri serta mendekat kepada Allah ﷻ. 

Dalam kitab Lathā’if al-Ma‘ārif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, disebutkan bahwa para sahabat dan generasi salaf berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Setelah Ramadhan berlalu, mereka berdoa enam bulan berikutnya agar amal ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah ﷻ. 

Kebiasaan ini menunjukkan betapa Ramadhan begitu dimuliakan karena diyakini membawa keberkahan dan perubahan hidup. 

Baca juga: Tips Agar Ramadhan Maksimal dari Imam Al-Ghazali 

Meneguhkan Kepedulian 

Ketika Ramadhan tiba, Rasulullah ﷺ dan para sahabat mengisinya dengan ibadah dan kepedulian. Sahur dan berbuka dilakukan dengan sederhana, disertai rasa syukur. Malam-malam Ramadhan dihidupkan dengan shalat, tilawah Al-Qur’an, dan dzikir. 

Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin tampak di bulan Ramadhan (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Semangat berbagi inilah yang kemudian menguat di tengah para sahabat. 

Ramadhan menjadi bulan empati dengan merasakan lapar untuk memahami saudara yang kekurangan, serta menjadikan ibadah sebagai jalan untuk menebar manfaat dan kepedulian sosial. 

Kisah Rasulullah ﷺ dan para sahabat dalam menyambut Ramadhan mengajarkan bahwa bulan suci ini mesti dijalani dengan kesadaran dan ketulusan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperbaiki akhlak, melatih kesabaran, serta memperkuat hubungan dengan Allah ﷻ dan sesama manusia. 

Rasulullah ﷺ dan para sahabat mengajak kita untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang terbuka, niat yang lurus, dan semangat untuk berbagi. Semoga Ramadhan menjadi waktu untuk bertumbuh, memperbaiki diri, dan menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan bagi kehidupan. 

Baca juga: Ramadhan Datang, Paket Ibadah Darimu Bantu Korban Bencana Ibadah dengan Tenang 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator