Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Kekeringan Melumpuhkan, Warga Gelarkubang Harus Berjalan 5 KM Demi Air Bersih
 

 

Kekeringan Melumpuhkan, Warga Gelarkubang Harus Berjalan 5 KM Demi Air Bersih

Dipublish pada:

29 Sep 2025


DTPEDULI.ORG | CIANJUR – Subuh masih gelap ketika seorang nenek di Kampung Gelarkubang, Desa Cinerang, Kecamatan Naringgul, melangkah tertatih menuju sumber air. Harapannya sederhana: bisa membawa pulang beberapa liter air untuk diminum keluarganya. Namun, setibanya di sana, sumber itu sudah kering. Air yang tersisa telah lebih dulu diambil warga lain yang datang sejak pukul dua dini hari. Dengan wajah lelah, sang nenek kembali ke rumah tanpa setetes pun air bersih. 

Kisah memilukan ini bukan hanya dialami satu orang. Seluruh warga Gelarkubang, yang terdiri dari 78 kepala keluarga atau sekitar 234 jiwa, hidup dalam keterbatasan air. Di kampung yang dikelilingi perbukitan ini, air adalah barang mahal, terutama saat kemarau panjang. 

“Kalau kemarau baru berjalan dua minggu, aliran air dari pegunungan sudah surut. Itu pun hanya bisa dipakai mandi dan mencuci, tidak layak untuk diminum,” tutur seorang warga. 

air bersih di gelarkubang 2.JPG 88.58 KB
Untuk memenuhi kebutuhan minum, warga harus berjalan 200–300 meter menuju sumber air resapan tanah. Sayangnya, saat musim kemarau, air itu hanya bertahan lima hari sebelum benar-benar mengering.  

Jika hujan turun, kondisinya keruh dan tak bisa dikonsumsi. Sebagian warga akhirnya menampung air hujan dengan ember dan galon seadanya, berharap bisa disaring untuk kebutuhan sehari-hari. 

Lebih parah lagi, ketika kemarau memuncak, warga harus berjalan kaki sejauh lima kilometer untuk mendapatkan air. Perjalanan yang melelahkan, apalagi bagi anak-anak dan orang tua yang tubuhnya tak lagi kuat menempuh jarak jauh. 

Kondisi ini juga memengaruhi pertanian. Dalam setahun, warga hanya bisa menanam padi sekali, itupun kerap gagal panen akibat minimnya pasokan air. Kekeringan bukan hanya mengeringkan sawah, tapi juga menyusutkan harapan. 

Tim DT Peduli Cianjur yang berkunjung pada Rabu (24/9/2025) menyadari kebutuhan mendesak warga akan solusi air bersih jangka panjang. Tokoh masyarakat setempat, Sukirna, mengungkapkan harapannya. 

“Kami sangat berharap ada sumber air yang tetap bisa mengalir meski kemarau panjang. Biar kami bisa hidup lebih layak,” ungkapnya. 

Warga berharap, melalui uluran tangan, mereka bisa mendapatkan air yang mengalir stabil agar anak-anak bisa tumbuh sehat tanpa harus didera kehausan. 

Baca juga: Wujudkan Akses Air Bersih, DT Peduli Sumut Salurkan Bantuan Pengadaan PDAM di Sunggal 

Penulis: Herul Anwar 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator