Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Inilah Sepuluh Infak yang Utama
 

 

Inilah Sepuluh Infak yang Utama

Dipublish pada:

16 Oct 2025


DTPEDULI.ORG | Kata infak sendiri berasal dari bahasa Arab anfaqa–yunfiqu, yang berarti mengeluarkan atau membelanjakan harta untuk tujuan yang diridai Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: 

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

 “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261) 

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap infak, sekecil apa pun, akan berlipat ganda nilainya di sisi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: 

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا 

 “Harta tidak akan berkurang karena sedekah, dan tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allah menambah kemuliaannya.” (HR. Muslim no. 2588) 

Imam Al-Ghazali rahimahullah dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan, “Infak adalah ujian keikhlasan dan tanda cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.” Ia menegaskan bahwa orang yang berinfak berarti telah membebaskan diri dari perbudakan dunia dan menunjukkan kepercayaannya pada janji Allah SWT. 

Berikut adalah 10 infak yang utama yang disebutkan dalam Al-Qur’an, hadist, dan para ulama salaf: 

1. Infak di Jalan Allah (في سبيل الله) 

Allah SWT berfirman: 

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ 

 “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah [9]: 41) 

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa fi sabilillah meliputi segala bentuk perjuangan menegakkan agama Allah, termasuk dakwah dan pendidikan Islam. 

 

2. Infak kepada Orang Tua 

Allah SWT berfirman: 

وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا 

 “Pergaulilah keduanya (orang tuamu) di dunia dengan cara yang baik.”(QS. Luqman [31]: 15) 

Rasulullah Saw. bersabda Saw: 

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ 

 “Engkau tidaklah menafkahkan sesuatu karena mengharap ridha Allah, melainkan engkau akan diberi pahala atasnya, bahkan suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari no. 4006 dan Muslim no. 1002) 

 

3. Infak untuk Anak Yatim 

Allah SWT berfirman: 

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ 

 “Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS. Ad-Dhuha [93]: 9) 

Rasulullah Saw. bersabda: 

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا 

 “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.” (Beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.) (HR. Bukhari no. 5304) 

 

4. Infak kepada Fakir dan Miskin 

Allah SWT berfirman: 

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ 

 “Berikanlah haknya kepada kerabat dekat, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” (QS. Al-Isra [17]: 26) 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menafsirkan bahwa infak kepada kaum miskin adalah bentuk tanggung jawab sosial seorang Muslim. 

 

5. Infak untuk Pendidikan dan Ilmu 

Allah SWT berfirman: 

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ 

 “Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar [39]: 9) 

Imam Al-Ghazali rahimahullah menulis, “Infak untuk menegakkan ilmu adalah bentuk infak tertinggi, sebab dengan ilmu manusia mengenal Tuhannya.” 

 

6. Infak untuk Masjid dan Rumah Ibadah 

Rasulullah Saw. bersabda: 

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ 

 “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim no. 533) 

 

7. Infak kepada Kerabat 

Rasulullah Saw. bersabda: 

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ 

 “Sedekah kepada orang miskin hanya satu pahala, sedangkan kepada kerabat mendapat dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi.” (HR. At-Tirmidzi no. 658) 

 

8. Infak pada Waktu Sempit 

Allah SWT berfirman: 

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ 

 “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS. Ali Imran [3]: 134) 

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa infak pada saat sulit menunjukkan ketulusan iman. 

 

9. Infak Rahasia 

Rasulullah Saw. bersabda:  

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا، حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ 

 “Seseorang yang bersedekah (infak) dengan tangan kanannya, lalu tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

 

10. Infak Jariyah 

Rasulullah Saw. bersabda:  

إِذَا مَاتَ الْإِنسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 

 “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631) 

 

Sahabat Peduli,  Infak adalah tanda cinta kepada Allah dan bukti empati terhadap sesama. Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata, “Harta itu seperti air laut; semakin diminum, semakin haus. Tetapi bagi orang yang berinfak, air itu menjadi sumber kehidupan.” 

Semoga kita diberikan kemampuan dan kesempatan untuk selalu menunjukan kepedulian dengan berinfak sehingga hidup kita semakin hidup. 

Baca juga: Mengenal Infak Produktif dan Infak Konsumtif 

Editor: Agus ID 

Daftar Sumber: 

  • Al-Qur’anul Karim 
  • Shahih Muslim, no. 2588, no. 533, no. 1631 
  • Shahih Bukhari, no. 4006, no. 5304 
  • Sunan At-Tirmidzi, no. 658 
  • Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali 
  • Tafsir Ibnu Katsir 
  • Jami’ul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hanbali 
  • Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi 
  • Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, Imam Al-Qurthubi 

Ditulis Oleh:

Administrator