Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | SURABAYA – Sebanyak 30 orang penerima manfaat dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Surabaya, mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk digital marketing. Pelatihan tersebut digelar selama dua hari, yaitu dari Sabtu sampai Ahad (17-18/1), difasilitasi oleh Daarut Tauhiid (DT) Peduli Surabaya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kominfo dan Digital (Komdigi) Surabaya.
Para peserta tampak semangat untuk belajar. Ada yang datang dengan kursi roda, tongkat, dan alat bantu gerak lainnya. Mayoritas dari mereka telah memiliki usaha kecil, mulai dari kuliner rumahan, kerajinan tangan, hingga usaha yang bergerak di bidang jasa.
Selama ini keterbatasan akes dan minimnya teknologi menjadi tantangan besar bagi mereka dalam mengembangkan usaha. Dalam pelatihan ini, mereka diperkenalkan pada dunia baru, yaitu kecerdasan buatan sebagai mitra usaha. Mereka belajar AI yang dapat membantu merancang model bisnis, menyusun perencanaan keuntungan, hingga menciptakan konten promosi digital yang menarik dan mudah dipahami pembeli.
Bagi sebagian peserta, ini adalah pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan teknologi AI. Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh antusias. Para peserta tidak segan-segan bertanya, berbagi cerita usaha, hingga mencoba langsung tools AI yang dikenalkan oleh pemateri.
Moh. Khusaeri, PIC Pelatihan DTS Resmi dan Hubungan Kerja Sama Komdigi Surabaya mengapresiasi semangat peserta. Ia menilai, pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tapi juga menjadi ruang pemberdayaan agar penyandang disabilitas mampu berdiri sejajar, dan berdaya saing di era digital. Menurutnya, ketekunan peserta untuk terus belajar menjadi modal penting bagi pengembangan usaha.
Selanjutnya, Anas Yusuf, Ketua PPDI Surabaya menyampaikan, pelatihan ini memberi dampak yang sangat berarti. Ia mengaku sering merasa tertinggal dalam hal teknologi pemasaran. Namun melalui pelatihan ini, ia jadi paham bahwa AI bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan.
“Saya jadi tahu bagaimana membuat konten promosi yang lebih menarik dan mengelola usaha dengan lebih terencana. Ini membuka peluang baru agar usaha kami bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” tuturnya.
DT Peduli Surabaya berharap para pelaku usaha disabilitas dapat meningkatkan pendapatan sekaligus kepercayaan diri mereka dalam menghadapi persaingan pasar yang terus berubah. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus belajar dan tumbuh. Mendapat dukungan yang tepat dan akses teknologi yang inklusif, para penyandang disabilitas mampu melangkah lebih jauh, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi aktif bagi masyarakat.
Penulis: Choe
Penyunting: Cristi A. Sarif