Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | PALEMBANG - Memanfaatkan momentum Bulan Muharram 1448 H yang merupakan salah satu bulan mulia dalam Kalender Islam, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menghadirkan kebahagiaan untuk anak-anak yatim dan dhuafa dengan Program Muharram Berbagi Harapan.
Melalui program ini, DT Peduli Sumsel menyalurkan paket peralatan sekolah kepada anak-anak yatim dan dhuafa, termasuk anak-anak yang berasal dari keluarga penyandang disabilitas, pada Rabu (15/7/2026).
Penyaluran bantuan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Ring 1 Kantor DT Peduli Sumsel, Yayasan Sharing Disability Indonesia, dan Pondok Pesantren Kampoeng Tauhiid Sriwijaya. Setiap anak menerima bingkisan berisi peralatan sekolah sebagai bekal untuk mendukung kegiatan belajar mereka.
Program ini menjadi salah satu upaya DT Peduli Sumsel dalam menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Melalui dukungan donatur, bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Staf Program DT Peduli Sumsel, Ahmad Andriyanto, mengatakan bahwa bulan Muharram merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa melalui aksi nyata yang memberikan manfaat.
"Kami berharap bingkisan sederhana ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Ada banyak orang baik yang ingin melihat mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan penuh semangat dalam menggapai masa depan," ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Kayla, salah seorang penerima manfaat. Ia mengaku senang menerima paket peralatan sekolah yang akan digunakannya untuk belajar.
"Kayla senang dapat tas dan buku baru. Nanti bisa dipakai sekolah. Terima kasih DT Peduli dan para donatur yang sudah membantu," kata Kayla sambil tersenyum.
Melalui Muharram Berbagi Harapan, DT Peduli Sumsel berharap semangat berbagi tidak hanya hadir pada bulan tertentu, tetapi juga menjadi budaya yang terus tumbuh, sehingga semakin banyak anak-anak yang merasakan manfaat dari kepedulian masyarakat.
Baca Juga : Berkah Subuh, Ibu-ibu Serbu Sembako Murah DT Peduli Sumsel Sampai Ludes!
Penulis : Sisi Revita
Penyunting : Cristi A. Sarif