Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | METRO – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi dan sikap kritis menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Metro berkolaborasi dengan Podcast Agree Media mengangkat Tema “Saring Sebelum Sharing: Belajar Kritis dan Moderat dari Ilmu Hadis”, pada Senin, (23/2).
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber utama, Muhammad Fauzhan ‘Azima, M.Ag., Ketua Program Studi Ilmu Hadis UIN JUSILA. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa metodologi ilmu hadis memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi fenomena banjir informasi di era media sosial.
Menurutnya, tradisi keilmuan islam sejak dahulu telah mengenal sistem verifikasi yang ketat melalui penelitian sanad (rantai periwayatan) dan matan (isi hadis). Prinsip kehati-hatian tersebut sejatinya dapat diadaptasi dalam kehidupan digital saat ini.
“Jika para ulama terdahulu begitu teliti dalam memastikan kebenaran sebuah hadis, maka sudah seharusnya kita pun teliti sebelum menyebarkan informasi. Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada akal dan hati kita,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa budaya “Saring Sebelum Sharing” bukan sekadar slogan, tetapi bagian dari etika keilmuan dan akhlak seorang muslim. Tanpa kemampuan berpikir kritis dan moderat, masyarakat berisiko terjebak dalam hoaks, provokasi, serta disinformasi yang merusak persatuan dan cara berpikir.
Tidak hanya membahas aspek intelektual, podcast ini juga menghadirkan sentuhan spiritua Bulan Suci Ramadhan. Aris Setiawan, Kepala DT Peduli Metro, menyampaikan momentum ramadan harus menjadi titik refleksi untuk memperbaiki kualitas diri, termasuk dalam bermedia sosial.
“Memuliakan ramadan berarti memuliakan masa depan kita. Ramadan bukan hanya tentang ibadah ritual, tapi juga tentang membangun karakter, menjaga lisan, termasuk lisan digital kita,” ungkapnya.
Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen DT Peduli Metro dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, memadukan nilai keilmuan, literasi digital, dan penguatan spiritualitas. Melalui sinergi bersama Agree Media, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya verifikasi informasi serta mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Melalui semangat “Saring Sebelum Sharing”, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di era digital, menjaga kebenaran adalah bagian dari menjaga amanah.
Baca Juga : Salurkan Mushaf Al-Qur’an, DT Peduli Metro Hadirkan Semangat Baru untuk Santri TPA Mushola Miftakhul Ulum
Penulis : Eko
Penyunting : Cristi A. Sarif