Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BIREUEN – Haru dan bahagia menyelimuti warga Dusun Matang Pasi, Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan, tepatnya pada Kamis (12/3/2026), DT Peduli secara resmi melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama Pembangunan Rumah Panggung Tetap (Rupatap) bagi masyarakat terdampak bencana. 
Hunian Inklusif dan Ramah Lingkungan Di atas lahan seluas 6.562 meter persegi hasil gotong royong warga, akan dibangun sebanyak 45 unit Rupatap dengan luas masing-masing 36 meter persegi. Desain rumah panggung dipilih sebagai langkah preventif menghadapi ancaman banjir berulang, sekaligus mengusung konsep ramah lingkungan dan inklusif. Setiap hunian juga akan dilengkapi dengan instalasi listrik dan sanitasi internal yang memadai. 
Jajang Nurjaman, Direktur Utama Laznas DT Peduli. menjelaskan, kolaborasi ini tidak hanya sekadar membangun fisik, DT Peduli berkomitmen melakukan pendampingan spiritual, ekonomi, dan dakwah. Hal ini sejalan dengan amanah KH. Abdullah Gymnastiar bahwa momentum pascabencana adalah saat yang tepat untuk evaluasi diri dan meningkatkan iman.
“Ini tidak hanya membangun rumah, tapi juga membangun sebuah kawasan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat yang juga sedang kita jalankan. Nanti di sana akan dibentuk Desa Sejahtera. Jadi akan penguatan sisi pemberdayaan masyarakat untuk nelayan, pertanian, bahan olahan pangan hasil nelayan, dan juga nanti desa wisata,” jelasnya. 
DT Peduli barharap, dengan hadirnya kawasan Kampung Islami ini, masyarakat mendapatkan hunian yang kokoh dengan lingkungan yang lebih diberkahi oleh Allah SWT. 
Baca juga: Mimpi Sederhana Nazwa di Balik Dinding Triplek Alue Kuta
Penyunting: Agus ID