Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA – Kabar gembira datang dari dunia pemberdayaan ekonomi umat. Pasalnya, pada Jumat (9/1), Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhiid (DT) Peduli Kantor Perwakilan (KP) Jakarta secara resmi menutup pelaksanaan Program Pelatihan Barista yang bekerja sama dengan PT. Paragon Technology and Innovation, serta Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan.
Program yang bertujuan untuk melahirkan tenaga kerja terampil di industri kopi ini diikuti 10 peserta terpilih. Pelatihan dilaksanakan selama 20 hari, sejak Rabu (10/12) 2025. Para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif yang mencakup teori dasar, praktik peracikan kopi, hingga simulasi bisnis melalui kegiatan open kedai dan magang langsung di kedai kopi profesional.
Acara penutupan berlangsung khidmat di Kantor PPKD Jakarta Selatan dan dihadiri pimpinan tiga Lembaga terkait. Deny Rizky Setiawan, Kepala KP DT Peduli Jakarta menyampaikan program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis (hard skill), tapi juga penanaman mentalitas kerja yang Tangguh. Ia juga menekankan momen kelulusan merupakan gerbang awal menuju tantangan yang sesungguhnya di dunia kerja.
“Berakhirnya pelatihan ini bukanlah akhir dari proses, melainkan langkah awal bagi para peserta. Masih ada tahapan selanjutnya, teman-teman akan terjun langsung ke masyarakat. Ketika ada peluang, maka ambillah peluang tersebut dengan penuh tanggungjawab,” tutur Deny.
Budi, Kepala PPKD Jakarta Selatan juga menilai kolaborasi lintas sektor antara regulator pelatihan kerja, laznas, dan korporasi adalah kunci keberhasilan penyerapan tenaga kerja. “Alhamdulillah, terima kasih kepada DT Peduli dan PT. Paragon Technology and Innovation yang telah berkolaborasi bersama kami. Seluruh rangkaian pelatihan telah dilalui oleh para peserta di bawah bimbingan trainer kompeten. Semoga sinergi ini melahirkan barista-barista baru yang profesional, berdaya saing dan mampu mewarnai industri kopi tanah air,” ucapnya.
Rasa syukur terpancar di wajah para peserta. Rani, salah seorang peserta menyampaikan pelatihan ini telah mengubah cara pandang mereka terhadap masa depan. “Kami mendapatkan keterampilan baru yang sangat berharga. Semoga ini menjadi jalan bagi kami untuk bekerja secara profesional maupun merintis usaha mandiri,” ungkapnya.
DT Peduli berkomitmen untuk terus memantau perkembangan para alumni agar mereka benar-benar mampu mandiri secara ekonomi dan berdaya di masyarakat.
Penyunting: Cristi A. Sarif