Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Tim Program Daarut Tauhiid (DT) Peduli Bandung melakukan assessment Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Telur Asin di Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Ica, Pemilik UMKM Telur Asin merupakan warga asli Desa Rancatungku. Rumah produksi telur asin juga berada dikediamannya.
Pengelolaan UMKM masih dikelola secara sederhana dan melibatkan empat orang ibu rumah tangga. Dalam assessment tersebut, Tim Program DT Peduli Bandung melakukan penggalian data terkait proses produksi, kapasitas usaha, tantangan yang dihadapi, serta potensi pengembangan agar dapat tumbuh berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
DT Peduli Bandung menargetkan UMKM Telur Asin ini dapat menambah jumlah anggota, sehingga lebih banyak warga, khususnya ibu rumah tangga yang terlibat dan memperoleh penguatan ekonomi keluarga.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kedatangan DT Peduli. Mudah-mudahan dengan pendampingan ini, usaha telur asin yang kami jalankan bisa lebih berkembang dan memberi manfaat bagi warga sekitar,” kata Cica.
Ustaz Muchammat Zusuf, Kepala Cabang DT Peduli Bandung menegaskan, Program Pemberdayaan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tapi juga penguatan nilai-nilai ruhiyah para penerima manfaat. “Kami berharap bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan UMKM ini, agar memberikan perubahan ekonomi yang nyata. Namun yang paling utama, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan perubahan ruhiyah, sehingga para penerima manfaat semakin dekat dengan Allah SWT sebagai Sang Pemberi Rezeki,” tutur Ustaz Muchammat Zusuf.
Melalui assessment lapangan ini, DT Peduli Bandung berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi. Hal itu mencakup penguatan usaha produktif sekaligus pembinaan spiritual sebagai upaya mendorong kemandirian dan keberkahan ekonomi masyarakat Desa Rancatungku.
Baca Juga: Layanan Ambulans DT Peduli Bandung Antarkan Pasien dengan Aman
Penulis: Gesti
Penyunting : Cristi A. Sarif