Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ACEH BESAR - Di balik sebuah rumah sederhana di Desa Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, tersimpan sebuah perjuangan kecil yang begitu berarti. Seorang anak bernama Qaisha tengah menjalani ujian kesehatan akibat sakit jantung kompleks yang dideritanya. Bagi Qaisha dan keluarganya, proses pengobatan bukan hanya tentang menghadapi rasa sakit, tetapi juga tentang memenuhi kebutuhan biaya pengobatan dan keperluan medis di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Melihat kondisi tersebut, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Aceh hadir membawa amanah kebaikan dari para donatur melalui penyaluran santunan zakat kepada Qaisha. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Tim DT Peduli Aceh di kediaman Qaisha dan diterima oleh Henny selaku orangtua dari Qaisha.
Santunan diberikan dalam bentuk uang tunai untuk kebutuhan berobat dan keperluan medis Qaisha. Walau bantuan yang diberikan tidak dapat menghapus seluruh kesulitan yang sedang dihadapi, namun bantuan ini diharapkan dapat menjadi sedikit ruang untuk bernapas dan menguatkan langkah Qaisha beserta keluarganya dalam menjalani proses pengobatan.
Keluarga Qaisha memang berada dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Sang ibu tidak bekerja, sementara sang ayah sehari-hari bekerja sebagai buruh di Doorsmeer dengan penghasilan yang tidak menentu. Di saat kebutuhan keluarga harus terus dipenuhi, kebutuhan pengobatan Qaisha menjadi beban tambahan yang tidak ringan. Namun, di tengah keterbatasan itu, selalu ada harapan yang tumbuh dari kepedulian orang lain.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada DT Peduli Aceh dan para donatur yang sudah membantu Qaisha. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk kebutuhan berobat dan obat-obatan, karena tidak semua ditanggung oleh BPJS. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak, ibu, dan para donatur dengan rezeki yang berlimpah dan keberkahan,” tutur Henny penuh haru.
Bagi sebuah keluarga yang sedang berjuang, kepedulian sekecil apa pun dapat terasa begitu besar. Bukan hanya karena nilai bantuan yang diberikan, tetapi karena ada perasaan bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.
Riyan, selaku Tim Program DT Peduli Aceh menyampaikan, santunan ini merupakan bentuk ikhtiar untuk membantu Qaisha yang termasuk dalam asnaf zakat dan sedang membutuhkan dukungan untuk menjalani pengobatan.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Qaisha dan keluarga. Mungkin bantuan ini tidak bisa menyelesaikan semua kebutuhan yang ada, tetapi semoga bisa menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu kebutuhan pengobatan Qaisha. Semoga Qaisha diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap proses pengobatannya. Kami juga berharap kebaikan dari para donatur terus mengalir kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga apa yang diberikan menjadi amal kebaikan dan keberkahan bagi semuanya,” ungkap Riyan.
Penyaluran ini menjadi pengingat bahwa zakat bukan sekadar bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Di rumah sederhana itu, sebuah bantuan mungkin hanya terlihat sebagai sejumlah uang. Namun bagi Qaisha dan keluarganya, ia membawa pesan yang jauh lebih besar, yakni kepedulian, doa, dan ada orang-orang baik yang ingin melihat Qaisha kembali sehat.
Penulis : Riyan
Penyunting : Cristi A. Sarif