Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Dana Zakat DT Peduli Dorong Sepuluh Mustahik Bogor Kembangkan Ubi Ungu untuk Pasar Ekspor
 

 

Dana Zakat DT Peduli Dorong Sepuluh Mustahik Bogor Kembangkan Ubi Ungu untuk Pasar Ekspor

Dipublish pada:

04 Oct 2026

DTPEDULI.ORG | MEDAN — Sepuluh petani mustahik di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai mengembangkan budidaya ubi ungu melalui program kolaborasi DT Peduli, Kampoong Ecopreneur, dan IPB University. Budidaya di lahan seluas 1,5 hektare itu ditargetkan menyasar pasar Malaysia dan Singapura.

Program yang berlangsung sepanjang 2026–2027 tersebut diawali dengan assessment lahan dan profil petani. Tahap ini menjadi dasar penentuan kebutuhan produksi dan pendampingan bagi para penerima manfaat.

Ketua Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix, mengatakan pihaknya mulai membuka lahan dan melakukan penanaman ubi ungu bersama para petani.

“Hasil panennya nanti ditargetkan untuk pasar Malaysia dan Singapura,” ujar Sofie di Leuwisadeng, Kamis (30/7/2026).

Dalam program ini, Kampoong Ecopreneur menangani pengembangan usaha dan akses pasar, sedangkan IPB University mendampingi aspek teknis budidaya hingga pascapanen. Adapun DT Peduli menyalurkan dana zakat untuk mendukung kebutuhan modal dan aset produksi petani.

Direktur Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, mengatakan model pemberdayaan tersebut disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar sejak awal.

“Kami tidak ingin penerima manfaat hanya memproduksi tanpa mengetahui siapa yang akan menyerap hasilnya. Karena itu, kami menghadirkan kebutuhan pasar terlebih dahulu, kemudian memberikan pendampingan dan dukungan permodalan agar petani mampu menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar,” kata Fahrizal.

Ia menambahkan, pemanfaatan dana zakat dalam program produktif diarahkan agar penerima manfaat memiliki sumber penghasilan yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Salah satu petani binaan, Saepuloh, mengaku mendapat manfaat dari program tersebut, terutama dalam memperoleh pengetahuan baru untuk mengelola lahan.

“Alhamdulillah ternyata kita dibimbing, punya harapan dan penghasilan tambahan. Saya senang karena dapat ilmu untuk mengolah lahan,” tuturnya.

Program Budidaya Ubi dijadwalkan berlangsung hingga 2027. Selama periode tersebut, para petani akan mengikuti pendampingan budidaya dan pengelolaan hasil panen sebagai bagian dari persiapan memenuhi kebutuhan pasar yang dituju.


Penulis: San

Penyunting: Astri Rahmayanti

Ditulis Oleh:

Administrator