Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA – Rumah Tahfidz Qur'an (RTQ) Masjid Daarut Tauhiid Jakarta menghadirkan program baru yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan kegiatan tahfidz. Program ini bertujuan mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang juga memiliki hak pendidikan formal setara SMP dan SMA.
Saat ini, program perdana ini diikuti 15 santri yang terbagi dalam empat kelas. Proses belajar dilaksanakan setiap Sabtu dan Ahad secara daring, bekerja sama dengan PKBM Daarut Tauhiid di Bandung.
Selain pelajaran formal, santri juga mendapatkan muatan lokal setiap pekan, di antaranya tahsin, Budaya Daarut Tauhiid, Bahasa Arab, serta keterampilan desain dan aplikasi perkantoran. Dengan demikian, santri tidak hanya menguasai bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan penunjang dan nilai-nilai khas Daarut Tauhiid. 
"Ini adalah program santri tahfidz Qur'an plus pendidikan formal perdana yang kami laksanakan. Angkatan sebelumnya adalah santri yang sudah selesai jenjang SMA. Kali ini kami mencoba menjangkau usia SMP dan SMA dengan harapan mereka lebih mudah diarahkan serta dibentuk karakternya," ujarnya.
Meskipun berjalan baik, pembelajaran daring menghadapi beberapa tantangan, seperti kendala teknis dan kesulitan guru dalam memantau konsentrasi santri. Namun, pengelola berharap program ini dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak anak dari keluarga duafa yang merasakan manfaatnya.
Dengan program ini, DT Peduli berharap dapat membuka masa depan yang lebih cerah bagi para santri, meningkatkan kepercayaan donatur, dan semakin memakmurkan Masjid Daarut Tauhiid.
Baca juga: Cetak Generasi Qur'ani, DT Peduli Sumbar Gelar Wisuda Akbar II Rumah Tahfidz Qur'an
Penulis: Eko
Editor: Agus ID