Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli menyelenggarakan program Kajian Series Titik Tenang bertajuk "Keajaiban Berbaik Sangka". Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan ini, bertempat di Masjid Alatief, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).
Kajian inklusif ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai penjuru Jakarta yang antusias mencari ruang keteduhan. Melalui program dakwah terintegrasi ini, DT Peduli berkomitmen menyediakan wadah pembersihan hati dari penyakit batin, terutama bagi masyarakat urban dalam menghadapi dinamika kehidupan yang sarat akan tekanan sosial maupun personal. 
Pemaparan materi berfokus pada pentingnya menjaga kemurnian hati dari prasangka buruk (suuzhan), karena kedamaian hakiki bermula dari cara seorang hamba merespons setiap ketetapan takdir. Melalui pembiasaan berbaik sangka yang konsisten, seseorang akan mampu melihat hikmah yang tersembunyi di balik setiap peristiwa, sehingga mendatangkan keajaiban berupa ketenangan batin yang sejati dan solusi atas berbagai persoalan hidup.
Suasana di dalam Masjid Alatief seketika berubah syahdu saat materi memasuki sesi refleksi diri (muhasabah). Tidak sedikit jamaah yang meneteskan air mata karena merasa tersentuh dengan kedalaman pesan yang disampaikan.
Rania (28), salah seorang jamaah asal Jakarta Selatan, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya yang mendalam atas terselenggaranya kajian kolaboratif ini.
"Kajian Series Titik Tenang bersama Coach Sonny Abi Kim dan DT Peduli hari ini benar-benar menjadi oase buat saya yang sedang menghadapi masalah berat. Selama ini saya sering mengeluh, tapi lewat materi 'Keajaiban Berbaik Sangka' ini hati saya langsung tenang dan merasa didekap kembali oleh Allah. Terima kasih DT Peduli, program ini benar-benar mengembalikan kesehatan mental dan iman saya," tutur Rania sambil menyeka air mata haru.
Masjid Alatief Blok M yang menjadi lokasi acara dinilai sangat strategis sebagai oase spiritual di jantung pusat aktivitas masyarakat. Suasana kajian yang dikemas secara interaktif namun tetap teduh berhasil menciptakan ruang kontemplasi yang mendalam bagi para jamaah yang hadir. 
Penyunting: Agus ID