Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Deru takbir masih lekat terasa saat pisau jagal merampungkan tugasnya tepat pukul 14.30 waktu setempat. Selepas menunaikan ibadah shalat Jumat (29/5/2026), halaman di kawasan 21 Tumpuk 3, Tambon Chalung, Amper Muang, Changwat Satun, Thailand, seketika berubah menjadi pusat gotong royong yang sarat kehangatan. 
Bagi masyarakat Muslim dhuafa di Satun, kehadiran daging qurban bukan sekadar penghilang lapar tahunan. Di tengah keterbatasan ekonomi dan minimnya perhatian, ibadah qurban menjadi penanda penting bahwa mereka tidak berjuang sendirian menjaga api keimanan.
Kerja keras para relawan membuahkan hasil nyata. Dari satu ekor sapi yang gemuk, panitia berhasil mengemas 530 kantong daging segar. Distribusi pun dilakukan dengan cepat dan tangkas, menyisir rumah-rumah warga sekitar serta mengetuk pintu-pintu tetangga yang membutuhkan. 
"Alhamdulillah, daging yang sudah siap kita masukkan ke dalam kantong, kita bagikan ke rumah-rumah, ada 135 bungkus untuk tetangga sekitar. Sisanya yang berupa daging campur tulang akan kita rebus dan buat hidangan bersama," ujar salah seorang bapak yang bertindak sebagai panitia lokal dengan wajah semringah.
Momen kebersamaan itu diakhiri dengan makan bersama, sebuah tradisi yang mempererat ikatan emosional antargenerasi Muslim di sana.
Kerja sama internasional ini menorehkan rasa haru yang mendalam bagi pihak Persatuan Masa Melayu Satun. Sekat geografis tidak mampu membendung kepedulian umat Islam di Indonesia.
"Alhamdulillah, hari ini kita telah selesai menyembelih hewan qurban dari saudara kita di DT Peduli dan Sahabat Al-Aqsha. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Jazakallah khairan katsiran," ungkap perwakilan panitia setempat dengan penuh rasa syukur. 
Baca juga: Sedekah Daging Qurban Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Luka Banjir
Penyunting: Agus ID