Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Adzan magrib berkumandang lirih di sebuah tenda pengungsian di Tukka, Tapanuli Tengah. Di antara tenda darurat dan sisa lumpur yang belum sepenuhnya kering, para penyintas banjir kebingungan Ramadhan akan pulang kemana. Bagi mereka, Ramadhan yang datang membawa cahaya dan harapan, terasa berbeda kerena mereka kehilangan rumah akibat banjir
Beberapa ratus kilometer dari sana, di Aceh Tamiang, kisah serupa terulang. Rumah-rumah terendam, perabot hanyut, mushaf Al-Qur’an rusak tak lagi bisa dibaca. Sementara di Gaza, keluarga-keluarga bertahan di tengah blokade dan krisis kemanusiaan yang belum berkesudahan. Ramadhan memang datang untuk semua, tetapi tidak semua menyambutnya dalam keadaan yang sama.
Ramadhan Peduli Negeri (RPN) 2026 kembali hadir dengan satu semangat besar, yakni Teguhkan Kepedulian untuk Saudaramu di Pelosok dan Lintas Negeri. Sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak umat meneguhkan kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan karena sejatinya, berbagi itu bikin happy.
Cecep Gustiawan, Ketua Pelaksana RPN 2026 sekaligus Deputi Direktur Marketing LAZ DT Peduli, menyampaikan bahwa tahun ini suasana duka di Sumatera menjadi perhatian utama.
“Di tahun ini kita masih terasa kental dengan suasana duka saudara-saudara kita di Aceh, Padang, dan Medan. Maka salah satu fokus program adalah membantu mereka yang terdampak bencana,” ujarnya dalam wawancara, Rabu (11/2/2026). 
“Meneguhkan di sini artinya kita harus bersyukur karena masih diberi kesehatan dan tempat tinggal yang nyaman. Sementara saudara kita masih ada yang mengungsi dan kesulitan makanan,” tambah Cecep.
Melalui RPN 2026, bantuan pangan, paket buka puasa, perlengkapan ibadah, hingga mushaf Al-Qur’an diprioritaskan bagi penyintas banjir di Sumatera. Bantuan itu membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri dan masih ada yang peduli.
Pada Ramadhan 2025, DT Peduli menyalurkan manfaat kepada 64.360 penerima di Indonesia hingga Palestina. Capaian itu menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan tahun ini. 
Program Berbagi Paket Buka Puasa pun menjangkau yatim, dhuafa, santri, dan masyarakat binaan. Di banyak tempat, satu paket berbuka menghadirkan senyum setelah seharian menahan lapar.
Di bidang pendidikan dan dakwah, Berbagi Mushaf Al-Qur’an menjadi respon atas rendahnya literasi Al-Qur’an di sejumlah wilayah. Setiap mushaf yang dibagikan diharapkan menjadi jembatan ilmu dan pahala jariyah yang terus mengalir. Sementara Beasiswa Hafidz Al-Qur’an menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi berakhlak mulia.
Cecep mengingatkan, Ramadhan adalah momentum melipatgandakan amal. “Jika di bulan biasa sedekah dibalas sepuluh kali lipat, maka di bulan Ramadhan akan berlipat-lipat lagi. Ini kesempatan yang tidak boleh kita lewatkan,” tuturnya.
Baca juga: Ramadhan Peduli Negeri 2025, Hadirkan Kebahagiaan di Pelosok hingga Lintas Negeri
Kepedulian RPN 2026 juga melintasi batas negara. Melalui program Ramadhan untuk Palestina, DT Peduli menyalurkan bingkisan lebaran, paket sahur dan berbuka, serta dukungan bagi Baitul Qur’an Gaza. elain itu, bantuan musim dingin, bingkisan lebaran, hingga program umrah bagi anak-anak Palestina di perbatasan Yordania menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan harapan.
“Kemarin alhamdulillah kita sudah bekerja sama dengan salah satu NGO yang ada di Singapura untuk program Umrah, bagaimana anak-anak yang ada di jalur Jordan (Yordania) di perbatasan itu kita ikutkan program Umrah untuk bisa hadir ke Baitullah menikmati jamuan Allah SWT. Dan ini jadi program yang memang kita gulirkan untuk anak-anak yang ada di Palestina," jelas Cecep.
Tahun ini, DT Peduli juga menghadirkan Indonesian Movement for Palestine Aid, Collaboration & Trust (IMPACT), program yang menghadirkan lima syekh Palestina dalam safari dakwah di Indonesia, dengan puncak acara direncanakan di Masjid Istiqlal pada 8 Maret 2026.
“Nah, harapannya ini pada para jemaah, para donatur-donatur yang memang berdonasi untuk Palestina bisa hadir mengikuti, meramaikan untuk kegiatan Roadshow Syekh Palestina di tahun ini,” tutur Cecep.
Baca juga: Hangatnya Ramadhan Peduli Negeri di Kamp Pengungsi Palestina
Tagline Berbagi Bikin Happy sengaja dihadirkan untuk merangkul generasi muda. Bahasa yang sederhana, tetapi sarat makna.
“Kita ingin mengajak Gen Z lebih aktif bersedekah dan membantu sesama. Karena ketika berbagi, kita merasakan kebahagiaan itu sendiri,” ujar Cecep. 
Direktur Utama LAZ DT Peduli, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi momen kebahagiaan bagi semua.
“Kita yang diberi rezeki cukup harus berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi tidak akan mengurangi, justru Allah tambahkan keberkahan dan itu menjadi bekal di akhirat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Lebin dari itu, Ramadhan adalah momen untuk memperkuat iman, meneguhkan kepedulian, dan memastikan saudara seiman juga merasakan kebahagiaan berkahnya.
“Mudah-mudahan dengan adanya program-program DTP Peduli, kita bisa membuat mereka-mereka yang membutuhkan bisa lebih bahagia lagi di Ramadan seperti kita yang bahagia karena Allah takdirkan rezeki yang cukup. Kemudian juga bagi donatur, bagi jemaah yang Allah berikan rezeki yang cukup,” pungkas Jajang.
Baca juga: Ramadhan Datang, Paket Ibadah Darimu Bantu Korban Bencana Ibadah dengan Tenang
Penyunting: Agus ID