Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Aksi Go Green, Siswa Adzkia Sulap Sampah Botol Plastik Jadi Pot Tanaman Hias Ubi Jalar
 

 

Aksi Go Green, Siswa Adzkia Sulap Sampah Botol Plastik Jadi Pot Tanaman Hias Ubi Jalar

Dipublish pada:

09 Oct 2025


DTPEDULI.ORG | TANGERANG SELATAN Ada hal menarik yang terlihat di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid Tangerang Selatan (DT Tangsel), Senin (29/9/2025). Di berbagai pojok area, mulai dari kelas hingga masjid, tampak terlihat tanaman Ubi Jalar yang mulai tumbuh tunasnya. 

Berbeda dengan jenis Ketela Rambat yang ditanam di tanah, Ubi Jalar yang ditanam oleh siswa SMP-SMA Adzkia Islamic School ini ditanam menggunakan media botol bekas. Tidak hanya itu, bagian tumbuhnya akar, diletakkan tidak di bawah media tanah, namun dalam wadah botol bekas yang telah diberikan air, dengan harapan tunas yang tumbuh akan menjadi tanaman baru yang hijau dan menyejukkan mata.  

“Kegiatan ini merupakan salah satu aksi kami dalam menerapkan Go Green. Selain menggunakan botol bekas, Ubi Jalar ini, tidak ditanam untuk dikonsumsi buahnya, namun sebagai salah satu cara kami melakukan penghijauan di lingkungan Pesantren,” ujar Wakil Kepala SMA Adzkia bidang Kesiswaan, Ustazah Rina Nurutami. 

Guru Bimbingan Konseling sekaligus Penanggung Jawab Program Kreativitas Tanaman Hias Pesantren DT Tangsel ini menuturkan, meski lingkungan pesantren binaan Daarut Tauhiid Peduli tersebut sudah termasuk asri, namun pihak manajemen Pesantren tetap mengupayakan berbagai hal untuk mendidik karakter santri yang peduli lingkungan.  

“Kami mencoba memadukan agar kreativitas dapat berjalan beriringan dengan aksi Go Green ini, salah satunya dengan penggunaan sampah botol plastik menjadi pot untuk tanaman hias ini,” jelas Ustazah Rina. 

Menurut Ustazah Rina, program ini sangat menarik dan layak dicoba. Bagaimana tidak, dengan penggunaan sampah botol plastik, siswa telah dapat menerapkan prinsip Reuse-Reduce-Recycle di sekolah. Tidak hanya itu, sampah botol plastik yang memiliki nilai jual yang tidak seberapa, disulap menjadi tanaman hias yang dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.  

“Ada prinsip ekonomi juga yang dilakukan dari program kreativitas ini, sehingga santri mendapatkan insight baru dalam peluang usaha. Mengurangi limbah sampah non organik, ini tujuan utamanya. Lingkungan menjadi hijau, sedap dipandang, dan bahkan mendapatkan tambahan penghasilan dari kreativitas yang dilakukan, ini merupakan bonusnya,” tutup Ustazah Rina.  

Baca juga: Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw., Siswa Adzkia Tampil Berpidato dan Unjuk Bakat Islami 

Penulis: Nawang 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator