Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang amat istimewa dalam kalender Islam. Dikenal sebagai salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dihormati), Muharram menyimpan berbagai rahasia keutamaan dan peluang pahala yang berlipat ganda bagi umat Muslim yang mau menghidupkannya dengan amal saleh.
Secara bahasa, Muharram berarti "yang dilarang" atau "yang disucikan". Pada bulan ini, Allah SWT melarang keras umat-Nya untuk melakukan kezaliman, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Mengapa? Karena dosa yang dilakukan di bulan ini bobotnya jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan biasa.
Namun, di sisi lain, hal ini juga berlaku bagi amal kebajikan. Setiap amal saleh, ketaatan, dan ibadah yang kita lakukan di bulan Muharram akan mendatangkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Salah satu tradisi dan keutamaan yang melekat kuat pada bulan Muharram, khususnya pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura), adalah momentum yang sering disebut oleh masyarakat sebagai "Lebaran Yatim”.
Meskipun secara syariat Idulfitri dan Iduladha adalah lebaran yang utama, istilah "Lebaran Yatim" di bulan Muharram hadir sebagai bentuk ungkapan atau pengingat bagi umat Muslim untuk memberikan perhatian ekstra, kebahagiaan, dan kasih sayang yang tulus kepada anak-anak yatim. Di bulan inilah momen terbaik untuk memperteguh komitmen peduli sesama dengan memperbanyak sedekah dan menyantuni mereka.
Memuliakan anak yatim merupakan ibadah yang memiliki kedudukan luar biasa di sisi Allah SWT dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdampingan, bahwa orang yang menyantuni dan memelihara anak yatim akan berada dekat dengan beliau di surga kelak.
Berbagi dengan anak yatim di bulan Muharram dipercaya dapat melembutkan hati yang keras dan mendatangkan ketenangan batin yang luar biasa. Saat kita membahagiakan mereka, Allah SWT akan memberikan jalan keluar dan keberkahan atas urusan hidup kita.
Mengeluarkan sebagian rezeki untuk anak yatim, piatu, maupun dhuafa di bulan yang mulia ini menjadi ladang pahala yang berlipat ganda sekaligus menjadi benteng penolak bala bagi diri kita.
Beberapa poin penting yang menjadi ladang pahala tersembunyi di bulan Muharram:
1. Meningkatkan Puasa Sunah (Puasa Asyura dan Tasu'a)
Salah satu amalan paling utama di bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Khususnya pada hari kesembilan (Tasu'a) dan kesepuluh (Asyura) Muharram. Puasa Asyura sendiri memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.
2. Memperbanyak Introspeksi Diri (Muhasabah)
Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram adalah momen yang paling tepat untuk melakukan evaluasi diri. Kita diajak untuk merenungkan apa saja yang telah kita lakukan di tahun lalu dan menyusun niat serta strategi baru untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa di tahun yang baru.
3. Menahan Diri dari Maksiat dan Kezaliman
Mengingat besarnya dampak dosa di bulan ini, rahasia menumpuk pahala yang sering terlupakan adalah dengan "menahan diri". Menahan lisan dari gibah, menjaga hati dari penyakit iri dengki, serta menjauhi segala bentuk kezaliman adalah bentuk ibadah yang sangat bernilai di bulan suci ini.
Bulan Muharram merupakan momentum emas yang disediakan Allah SWT untuk membersihkan sisa dosa di masa lalu dan mengumpulkan bekal pahala yang berlimpah. Untuk menjembatani kepedulian umat serta mengimplementasikan semangat "Lebaran Yatim" secara nyata dan terarah, DT Peduli menghadirkan program khusus bertajuk "Muharram Berbagi Harapan".
Program ini dirancang sebagai wadah bagi para donatur dan masyarakat luas untuk menyalurkan kepedulian terbaik mereka bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui program Muharram Berbagi Harapan, DT Peduli menyalurkan berbagai bantuan paket pendidikan, santunan pokok, hingga kebahagiaan hari raya bagi anak-anak yatim yang membutuhkan agar mereka dapat menatap masa depan dengan penuh optimisme.
Dengan menghidupkan tradisi berbagi pada "Lebaran Yatim" dan meningkatkan kualitas ibadah, semoga kita termotivasi untuk menjadi hamba yang lebih pengasih dan dicintai oleh Allah SWT serta Rasul-Nya.
Disarikan dari Kajian MQ Pagi Spesial: “Apa Rahasia yang Tersembunyi di Muharram?”
Baca juga: Muharram Peduli Difabel
Penyunting: Agus ID